Antusiasme mahasiswa penerima beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana berfoto bersama Gubernur Bali, Wayan Koster, di Taman Budaya Bali, Selasa (23/12/2025) sore. (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali terus mematangkan pelaksanaan Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Tahun 2026. Salah satu langkah yang ditempuh adalah melakukan relaksasi persyaratan penerima beasiswa agar program unggulan tersebut mampu menjangkau lebih banyak generasi muda Bali.

Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Program SKSS Tahun 2026 yang digelar di Ruang Sidang Jana Kerti Disdikpora Provinsi Bali, Kamis (30/7). Rapat dihadiri Tim Percepatan Pembangunan Daerah Bali, pengelola Program SKSS, serta perwakilan perangkat daerah terkait guna memperkuat koordinasi dan menyamakan persepsi dalam implementasi program.

Kadisdikpora Bali, Ida Bagus Wesnawa Punia mengungkapkan dalam rapat tersebut dibahas penguatan koordinasi antarlembaga, strategi percepatan pelaksanaan, hingga langkah-langkah agar program dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia Bali.

Baca juga:  Kuota Sapi ke Bali Dibatasi Hanya 40 Ribu Ekor

Wesnawa mengakui capaian tahap awal Program SKSS masih perlu ditingkatkan. Dari target sekitar 1.450 penerima pada tahap pertama, realisasinya baru mencapai sekitar 500 orang. Salah satu faktor yang menjadi kendala adalah persyaratan “satu keluarga satu sarjana” yang dinilai membatasi jumlah calon penerima.

Karena itu, Pemprov Bali melakukan penyesuaian kebijakan. Persyaratan diperlonggar dengan tetap mengedepankan komitmen penerima untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah.

“Sekarang kita relaksasi. Arahan pimpinan, yang penting ber-KTP Bali, punya komitmen, dan niat membangun Bali ke depan,” ujarnya, Jumat (31/7).

Dengan skema baru itu, Pemprov Bali menargetkan peningkatan signifikan jumlah penerima beasiswa SKSS pada 2026 menjadi sekitar 2.000 orang.

Baca juga:  COVID-19 Tak Ganggu Realisasi Proyek Fisik di Bali

Untuk mencapai target tersebut, Disdikpora menyiapkan strategi baru dengan memulai proses pendataan sejak awal tahapan seleksi masuk perguruan tinggi. Kerja sama juga akan diperkuat dengan perguruan tinggi, terutama melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, guna memetakan calon mahasiswa potensial sesuai kebutuhan pembangunan daerah.

“Kita mulai dari awal, sebelum tahapan akhir penerimaan mahasiswa. Jadi kita kunci dulu potensi siswa dan jurusannya, supaya lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Selain memperkuat koordinasi dengan kampus, Disdikpora juga mempercepat pendataan lulusan SMA, SMK, dan SLB di seluruh Bali agar seluruh calon penerima yang memenuhi kriteria dapat teridentifikasi sejak dini. Meski demikian, proses penerimaan mahasiswa tetap menjadi kewenangan masing-masing perguruan tinggi sehingga sinergi antarlembaga dinilai menjadi faktor penting keberhasilan program.

Baca juga:  Pastikan Wisata Heli Aman, Pemerintah Bali Bentuk Satgas Layang-Layang

Program SKSS juga diarahkan untuk mendukung visi pembangunan sumber daya manusia melalui konsep SDM Bali Unggul, sehingga mampu melahirkan generasi muda yang siap menjadi kader pembangunan daerah di berbagai sektor.

“Semua lulusan sebenarnya berpotensi. Tinggal bagaimana kita siapkan pola dan kerja sama agar peluang itu bisa dimaksimalkan,” tambahnya.

Melalui penguatan koordinasi, relaksasi persyaratan, serta pola kerja sama yang lebih terintegrasi dengan perguruan tinggi, Wesnawa optimistis target sekitar 2.000 penerima beasiswa SKSS pada 2026 dapat tercapai. Program tersebut diharapkan semakin memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Bali sekaligus mempercepat terwujudnya sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan mampu mendukung pembangunan Bali ke depan. (Ketut Winata/balipost)

 

BAGIKAN