
MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster kembali menorehkan prestasi di tingkat regional. Dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali, Pemprov Bali meraih penghargaan Terbaik I kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan serta Terbaik II kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan.
Atas dua capaian tersebut, Provinsi Bali memperoleh apresiasi dengan total nilai Rp3,5 miliar. Rinciannya, penghargaan Terbaik I bidang kesehatan mendapatkan apresiasi sebesar Rp2 miliar, sedangkan Terbaik II bidang pendidikan memperoleh apresiasi Rp1,5 miliar.
Penghargaan diserahkan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Akhmad Wiyagus kepada Gubernur Koster. Penyerahan disaksikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian dalam acara yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bekerja sama dengan Tempo Media di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung, Jumat (28/8) malam.
Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan rasa syukur atas dua penghargaan tersebut. “Astungkara Bali meraih dua Penganugerahan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II,” ujar Koster.
Menurut Koster, penghargaan tersebut bukan semata-mata mengenai besaran apresiasi yang diterima pemerintah daerah. Lebih dari itu, penghargaan diharapkan menjadi dorongan bagi kepala daerah untuk terus meningkatkan kinerja pemerintahan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Gubernur Koster juga menyampaikan apresiasi kepada Kemendagri yang telah memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk menunjukkan kinerja dan capaian pembangunan melalui ajang tersebut. Menurutnya, kegiatan itu sekaligus menjadi momentum memperkuat solidaritas antarkepala daerah serta menjadi ruang untuk bertukar pengalaman dan praktik terbaik dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Terkait pemanfaatan apresiasi sebesar Rp3,5 miliar, Gubernur Koster mengatakan dana tersebut nantinya akan diarahkan untuk mendukung perbaikan jalan-jalan yang mengalami kerusakan di Bali. “Apresiasi ini nanti kita gunakan untuk memperbaiki jalan-jalan yang rusak di Bali,” kata Gubernur Koster.
Ia menegaskan pemanfaatan apresiasi diarahkan pada kebutuhan pembangunan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Penghargaan Terbaik I kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan menjadi pengakuan terhadap upaya Pemprov Bali dalam memperluas jangkauan sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat.
Gubernur Koster mengatakan pelayanan kesehatan di Bali telah menjangkau masyarakat hingga tingkat desa melalui Pusat Pembantu (Pustu). Ke depan, kualitas pelayanan Pustu akan terus ditingkatkan dan diarahkan untuk dikembangkan menjadi klinik.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat sehingga pelayanan dasar dapat diperoleh secara lebih mudah dan merata.
Dalam penilaian bidang kesehatan, aspek yang diperhatikan tidak hanya keberadaan fasilitas kesehatan. Penilaian juga mencakup akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan, mutu pelayanan, cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), serta ketersediaan sanitasi layak.
Program kesehatan gratis dan berbagai inovasi pelayanan yang bersifat inklusif juga menjadi bagian dari perhatian dalam penilaian. Program-program tersebut dilihat dari manfaat dan dampaknya terhadap masyarakat.
Dengan capaian tersebut, Bali dinilai mampu menunjukkan kinerja positif dalam memperkuat pelayanan dasar kesehatan. Peningkatan akses dan kualitas layanan diharapkan turut mendukung peningkatan kualitas hidup serta pembangunan sumber daya manusia di Bali.
Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali diikuti 7 provinsi, 93 kabupaten, dan 35 kota se-Jawa dan Bali. Pemerintah daerah dinilai berdasarkan sejumlah indikator dan capaian strategis pada sektor pelayanan dasar dan pembangunan.
Terdapat empat kategori yang menjadi bagian dari penilaian, yakni Implementasi Program 3 Juta Rumah; Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan; Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan; serta Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri.
Pemerintah daerah yang menunjukkan kinerja terbaik pada masing-masing kategori kemudian diberikan penghargaan dan apresiasi.
Mendagri Tito Karnavian dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya kinerja pemerintah daerah dalam membangun kepercayaan publik. Menurutnya, tata kelola pemerintahan yang baik akan memberikan dampak terhadap penilaian masyarakat terhadap pemimpinnya.
“Kinerja yang baik pada akhirnya akan berbuah kepercayaan publik. Jika tata kelola pemerintahan bagus, masyarakat akan menilai positif pemimpinnya,” kata Tito.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah yang mampu menunjukkan kinerja terbaik melalui ajang tersebut mendapatkan sejumlah manfaat, salah satunya berupa insentif fiskal. Insentif tersebut nantinya disalurkan oleh Kemendagri ke rekening kas daerah.
Tambahan fiskal itu dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk memperkuat pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik sesuai kebutuhan masing-masing daerah.
Bagi Bali, dua penghargaan yang diraih sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya pada sektor kesehatan dan pendidikan. Capaian tersebut juga menjadi indikator bahwa pembangunan pelayanan dasar perlu terus diperkuat agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
Dengan meraih Terbaik I bidang kesehatan dan Terbaik II bidang pendidikan, Pemprov Bali menunjukkan kinerja positif pada dua sektor pelayanan dasar yang menjadi fondasi penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. (kmb/balipost)










