Petugas mengevakuasi jasad pria diduga WNA yang ditemukan di Pantai Batu Mejan, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Badung. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Seorang nelayan, I Wayan Suardita (55), menemukan jasad mengapung di Pantai Batu Mejan, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Kamis (30/7). Jasad pria diduga WNA ini mengapung sekitar 500 meter dari bibir pantai dalam kondisi terlilit terlilit tali pelampung bubu nelayan.

Terkait kejadian ini, PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Jumat (31/7), mengatakan, berdasarkan keterangan Suardita, saat itu Suardita sedang mencari ikan di sekitar perairan tersebut dengan menggunakan perahu. Saat melintas di lokasi, ia melihat mayat pria mengapung dalam keadaan terlilit tali pelampung. “Saksi (Suardita) langsung memberi tahu ke petugas Balawista Munggu dan diteruskan ke pihak kepolisian,” ujarnya.

Baca juga:  Warti Ditemukan Tewas Saat Cari Janur

Setelah menerima laporan tersebut, anggota Satpolairud Polres Badung, Polsek Kuta Utara, bersama petugas Balawista Munggu langsung mendatangi lokasi. Petugas menuju TKP dengan menggunakan rubber boat.

Setibanya di sana, korban ditemukan dalam posisi tengkurap dengan leher, tangan kanan, dan selangkangan masih terlilit tali pelampung bubu nelayan. Selanjutnya, jasad korban dievakuasi ke atas rubber boat dan tali yang melilit tubuh korban dilepas. Jasad korban langsung dimasukkan ke kantong jenazah dan dibawa ke Pantai Old Mans Beach.

Baca juga:  Maret, Seperempat Juta WNA Tinggalkan Bali

“Anggota Inafis Polres Badung melakukan identifikasi jasad yang telah mengalami pembusukan. Permukaan kulit korban mengelupas diduga akibat terlalu lama berada di dalam air laut. Dari telinga ditemukan cairan bercampur darah serta bekas jeratan tali pada bagian leher,” ujar Ayu.

Sementara, dari hasil pemeriksaan awal dokter Puskesmas Kuta Utara, korban diperkirakan meninggal sekitar 6 hingga 12 jam sebelum ditemukan. Dari estimasi tersebut dan kondisi jasad korban lama berada di dalam laut, sehingga proses kekakuan otot diduga berlangsung lebih cepat dibandingkan di darat.

Baca juga:  Direkomendasikan Kembali ke JTP, Mantan Kadispenduk Bangli Masih Ditempatkan di Puskesmas

Pukul 13.00 WITA, jasad korban bawa ke RSUP Prof. Ngoerah, Sanglah, Denpasar, menggunakan ambulans BPBD Kabupaten Badung untuk menjalani autopsi dan proses identifikasi lebih lanjut. Aiptu Ayu pun menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih mengumpulkan informasi terkait adanya laporan orang hilang maupun korban tenggelam. Polisi juga berkoordinasi dengan rumah sakit untuk mengetahui identitas dan penyebab kematian korban. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN