
SINGARAJA, BALIPOST.com – Aktivitas belajar mengajar di SDN 1 Anturan, Kecamatan Buleleng, terpaksa dipindahkan sementara setelah atap salah satu ruang kelas ambruk akibat kondisi bangunan yang telah lapuk. Demi menjamin keselamatan siswa, seluruh kegiatan pembelajaran mulai Selasa (21/7) akan dilaksanakan di SDN 3 Anturan dengan sistem pembelajaran dua shift.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata saat dikonfirmasi Minggu (19/7), menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada akhir Juni 2026, saat siswa sedang menikmati libur sekolah. Kejadian itu lantas dilaporkan oleh pihak sekolah ke Disdikpora Buleleng.
“Yang jebol atap ruang kelas VI. Namun karena konstruksi satu atap menyatu dengan bangunan lainnya, kondisi itu dinilai membahayakan apabila tetap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.
Surya Bharata mengatakan, pada Senin (20/7), pihak sekolah bersama instansi terkait akan melakukan pembersihan area terdampak. Selanjutnya, mulai Selasa (21/7), sebanyak 165 siswa SDN 1 Anturan akan mengikuti proses belajar mengajar di SDN 3 Anturan yang berjarak sekitar 500 meter dari sekolah asal.
Pengaturan pembelajaran dilakukan dengan sistem bergantian. Siswa SDN 3 Anturan tetap belajar pada sesi pagi, sedangkan siswa SDN 1 Anturan mengikuti pembelajaran pada sesi siang. Sementara itu, ruang guru dan perpustakaan di SDN 1 Anturan masih dimanfaatkan untuk pelayanan administrasi sekolah.
“Kami sudah mengarahkan kepala sekolah SDN 1 dan SDN 3 untuk menyosialisasikan kebijakan ini kepada masyarakat bersama pemerintah desa agar orang tua memahami kondisi yang terjadi,” katanya.
Menurut Surya Bharata, bangunan SDN 1 Anturan sebenarnya telah diusulkan untuk direvitalisasi. Namun hingga kini sekolah tersebut belum masuk prioritas program revitalisasi dari pemerintah pusat karena masih menunggu pemetaan dan penetapan.
“Secara fisik dan ekonomi bangunan terus kami pantau. Sebelum kejadian ini memang sudah masuk usulan revitalisasi, tetapi belum menjadi prioritas pusat. Setelah atap ambruk, kami langsung melaporkan kondisi tersebut kepada Bupati Buleleng untuk mendapat arahan lebih lanjut,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna yang meninjau langsung kondisi sekolah menegaskan, perbaikan bangunan akan diprioritaskan melalui APBD perubahan 2026. Menurutnya, kerusakan yang terjadi sudah cukup parah dan berpotensi membahayakan apabila dibiarkan, terlebih memasuki musim hujan.
“Ini akan kami dianggarkan di APBD Perubahan karena kondisinya sudah membahayakan. Jangan sampai nanti saat musim hujan terjadi keruntuhan lagi. Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke SDN 3 Anturan agar proses pendidikan tetap berjalan dengan aman,” tegasnya. (Yudha/balipost)










