Personel Detasemen Gegana Satbrimob Polda Bali melaksanakan sterilisasi di Hotel Merusaka, Nusa Dua, Badung. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Saat ini digelar event internasional di Nusa Dua, Kuta Selatan (Kutsel) yakni Technical Working Group (TWG) dan Ministerial Steering Committee (MSC) on Transboundary Haze Pollution ke-27. Terkait hal tersebut, Polsek Kutsel mengerahkan personelnya melakukan pemantauan di titik-titik strategis.

Selain itu, Polsek Kutsel meningkatkan langkah-langkah preventif dan preemtif guna mengantisipasi segala bentuk gangguan kamtibmas, termasuk yang berpotensi menyasar warga negara asing (WNA) maupun wisatawan lainnya.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Gede Adi Saputra Jaya, Jumat (11/7) menjelaskan upaya yang dilakukan antara lain meningkatkan patroli pada siang maupun malam hari di kawasan wisata, hotel, vila, pusat perbelanjaan, pantai, serta lokasi penyelenggaraan event internasional.

Selain itu, Bhabinkamtibmas secara rutin melaksanakan sambang dan berkoordinasi dengan pengelola hotel, pengamanan internal (sekuriti), pengelola vila, pelaku usaha pariwisata, tokoh masyarakat, dan aparat desa adat. Tujuannya untuk memperkuat deteksi dini serta mempercepat penyampaian informasi apabila ditemukan potensi gangguan keamanan.

Baca juga:  Amankan Pangerupukan, Ini Dilakukan Polres Badung

“Polsek Kuta Selatan juga mengoptimalkan patroli dialogis dan kehadiran personel di titik-titik strategis guna memberikan rasa aman kepada masyarakat, wisatawan, maupun peserta kegiatan internasional. Di samping itu, koordinasi dengan instansi terkait dan unsur pengamanan lainnya terus diperkuat sehingga setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini,” tegasnya.

Dengan jumlah personel yang dimiliki, Polsek Kutsel terus mengoptimalkan kekuatan yang ada melalui pengaturan pola patroli yang efektif, dan penempatan personel berdasarkan tingkat kerawanan wilayah. Kegiatan tersebut diperkuat dengan dukungan personel  Polresta Denpasar apabila diperlukan khususnya dalam pengamanan kegiatan berskala nasional maupun internasional.

Baca juga:  Kasus Gangguan Ginjal Akut Menjurus Keracunan Obat Sirup

Dengan pola pengamanan tersebut, pengawasan dapat menjangkau seluruh wilayah hukum Polsek Kutsel, termasuk kawasan permukiman dan daerah yang relatif jauh dari pusat kegiatan.

“Kami juga mengajak seluruh masyarakat, pelaku usaha pariwisata, dan wisatawan untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas dengan meningkatkan kewaspadaan. Sinergi antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan wilayah Kuta Selatan yang aman, nyaman, dan kondusif sebagai destinasi wisata internasional,” tutupnya.

Sementara, Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy menjelaskan untuk menyukseskan gelaran internasional TWG dan MSC on Transboundary Haze Pollution ke-27 tahun 2026 di Hotel Merusaka, Nusa Dua, Satuan Tugas (Satgas) Tindak Operasi Gapura Agung III-2026 bergerak cepat memastikan keamanan di area vital kegiatan. TWG dan MSC merupakan forum internasional krusial yang membahas polusi asap lintas batas.

Baca juga:  Pemancing Diterjang Ombak di Uluwatu Ditemukan Meninggal

Personel Detasemen Gegana yang tergabung dalam Satgas Tindak melaksanakan kegiatan sterilisasi menyeluruh di kawasan hotel tersebut. “Kegiatan ini melibatkan kolaborasi taktis antara 1 Unit Jibom (penjinakan bom) Detasemen Gegana dibantu 1 Unit K-9 (anjing pelacak) khusus deteksi bahan peledak,” ujarnya.

Saat menyisir seluruh sudut areal kegiatan, personel dibekali dengan peralatan standar operasional prosedur (SOP) tingkat tinggi, diantaranya hand mirror (cermin pemeriksa bawah kendaraan/barang), metal detector dan anjing pelacak berkemampuan khusus (K-9).

Selama sterilisasi berlangsung, tidak ditemukan adanya benda, barang, maupun aktivitas mencurigakan yang mengarah pada bahan peledak (handak), bom, ataupun alat sabotase lainnya. Lokasi dinyatakan steril dan siap digunakan secara aman. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN