Untuk menjaga Bali tetap aman dan kondusif, Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya bersinergi dengan pecalang. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Masuknya ormas baru ke Bali kini menjadi polemik di media sosial (medsos), bahkan sudah mengarah ke ranah hukum. Untuk mengantisipasi terjadinya perpecahan di masyarakat akibat polemik tersebut, Polda Bali terus melakukan pengawasan melalui patroli siber untuk melacak penyebar informasi sifatnya provokasi dan ujaran kebencian.

“Sudah barang tentu kami dari Polda Bali beserta polres jajaran  mengedepankan langkah-langkah preventif, preemtif, dan penegakan hukum secara profesional,” kata Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Bali AKBP Rina Isriana Dewi, Rabu (24/6).

Baca juga:  Anggota Ormas Ditangkap Karena Aksi Penipuan

Selain itu, AKBP Rina menjelaskan pihaknya juga melakukan perkuatan deteksi dini melalui fungsi intelijen dan Bhabinkamtibmas. Membangun komunikasi serta koordinasi dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemerintah daerah, dan stakeholder guna menyerap aspirasi serta mengidentifikasi potensi permasalahan sejak dini. Termasuk secara rutin melaksanakan kegiatan cooling system untuk menjaga situasi tetap kondusif dan mencegah berkembangnya isu-isu yang dapat memicu gesekan sosial.

“Terkait pro kontra di medsos menyangkut hal tersebut, Polda Bali melakukan patroli siber untuk memantau penyebaran informasi yang berpotensi menimbulkan provokasi, ujaran kebencian, disinformasi, maupun hoaks. Selain itu Polda Bali memberikan edukasi literasi digital kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi,” tegasnya.

Baca juga:  Polemik Lahan Depan Pura Segara, Dijadikan Usaha Bar, Krama Adat Sinalud Datangi DPRD Buleleng

Perlu diketahui, Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya saat Apel Bersama Pecalang, Selasa (23/6) berharap setiap informasi di media sosial dikelola dengan baik, tanpa menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Apalagi Pulau Dewata ini bukan hanya rumah bagi masyarakat Bali, tetapi juga destinasi pariwisata dunia sekaligus etalase Indonesia di mata internasional.

Oleh karena itu, menjaga Bali tetap aman, damai dan kondusif, bukan hanya tugas Polri semata, tetapi juga merupakan tanggung jawab kita bersama. Sebagai penyumbang devisa pariwisata dan investasi terbesar nasional, Bali harus tetap aman serta kondusif.

Baca juga:  AA Ngurah Tantra, Putra I Gusti Ngurah Rai Berpulang

Irjen Daniel mengharapkan masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar, selalu cek kebenaran informasi dan utamakan dialog maupun musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan. (Kerta Negara/balipost)

 

BAGIKAN