Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra. (BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Masa jabatan direksi Perumda Air Minum Tirta Hita (PDAM) Buleleng akan berakhir pada Agustus 2026. Meski demikian, jajaran direksi saat ini berpeluang besar kembali dipercaya memimpin perusahaan daerah tersebut untuk periode berikutnya.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, Kamis (9/7) mengatakan Pemkab Buleleng masih melakukan pembahasan terkait kelanjutan masa jabatan direksi. Saat ini, laporan pertanggungjawaban direksi beserta hasil audit telah rampung dan sedang dievaluasi oleh pemerintah daerah selaku kuasa pemilik modal.

“Direksi yang sekarang sudah membuat laporan lengkap dengan audit. Kami sudah rapatkan sebagai kuasa pemilik modal. Tinggal finalisasi apakah ada direksi yang dilanjutkan atau nanti ada pergantian,” ujarnya.

Baca juga:  Seleksi Direksi Perumda Pasar Argha Nayottama, 13 Pelamar Mendaftar

Menurut Sutjidra, peluang direksi lama untuk kembali menjabat masih terbuka lebar. Bahkan, ia menilai kinerja jajaran direksi selama ini tergolong sangat baik.

Ia menjelaskan, berdasarkan ketentuan Perumda, seorang direksi masih dapat diperpanjang masa jabatannya apabila memiliki prestasi dan tidak melakukan pelanggaran. Ketentuan tersebut juga berlaku bagi Direktur Perumda Tirta Hita saat ini, I Made Lestariana.

“Kalau dari aturan Perumda, beliau baru dua kali menjabat. Ada klausul, kalau direksinya berprestasi, tidak melanggar aturan, dan memiliki prestasi yang luar biasa, bisa dipertimbangkan untuk diperpanjang lagi satu kali,” jelasnya.

Baca juga:  Perumda Pasar Arga Nayottama Dijalankan Dewas Sementara, Seleksi Direksi Baru Dikebut

Salah satu pertimbangan mempertahankan direksi saat ini, lanjut Sutjidra, adalah capaian kinerja Perumda Tirta Hita yang terus menunjukkan tren positif. Selain memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), kondisi keuangan perusahaan juga dinilai sehat.

“Penilaiannya masih oke semua. WTP semua, kemudian neraca keuangannya sangat bagus,” katanya.

Tak hanya itu, Perumda Tirta Hita juga berhasil meraih penghargaan Top BUMD selama lima tahun berturut-turut. Di sisi operasional, tingkat kebocoran air terus ditekan, sementara efisiensi perusahaan meningkat sehingga mampu memberikan kontribusi laba yang lebih besar bagi APBD Kabupaten Buleleng.

Baca juga:  Miliki Hak KI, Potensi Nilai Tambah Produk Bersifat Konten Makin Tinggi

“Penghargaan banyak sekali, Top BUMD lima kali berturut-turut. Kemudian angka kebocoran air sudah mulai ditekan. Dari segi efisiensi juga sudah dijalankan sehingga profit untuk APBD tetap, bahkan meningkat,” pungkasnya.

Dengan sederet capaian tersebut, peluang direksi Perumda Tirta Hita untuk kembali memimpin perusahaan daerah air minum milik Pemkab Buleleng dinilai semakin kuat. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN