
SINGARAJA, BALIPOST.com – Perebutan kursi direksi Perumda Pasar Argha Nayottama Kabupaten Buleleng berlangsung ketat. Sebanyak 22 pelamar tercatat mengikuti seleksi untuk mengisi tiga posisi direksi yang dibuka Pemerintah Kabupaten Buleleng. Menariknya, dua mantan direksi Perumda Pasar kembali ikut bertarung dalam proses seleksi tersebut.
Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, saat dikonfirmasi Minggu (24/5), mengatakan tingginya minat peserta menunjukkan banyak putra-putri Buleleng memiliki kapabilitas dan kemampuan untuk memimpin perusahaan daerah tersebut. Dari 22 pelamar yang masuk, nantinya hanya akan dipilih tiga orang untuk menduduki jabatan direksi.
“Saya optimistis karena banyak yang ingin ngayah di Buleleng. Ini menunjukkan SDM kita memiliki kemampuan dan kepedulian untuk membangun daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses seleksi dilakukan secara terbuka dan ketat. Bahkan, sejumlah mantan direksi kembali ikut mendaftar. Di antaranya mantan Direktur Utama I Putu Suardhana, SE., MM., dan mantan Direktur Keuangan Mega Esti Roh Ani, SE.
Menurut Sutjidra, seluruh tahapan seleksi dilakukan secara transparan dengan melibatkan panitia seleksi dari unsur akademisi dan praktisi. Tim seleksi berasal dari Universitas Udayana, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), serta kalangan profesional.
“Kami ingin mendapat masukan dari akademisi dan praktisi agar Perumda Pasar ini ke depan semakin baik dan mampu memberikan dampak positif bagi Buleleng,” katanya.
Ia berharap Perumda Pasar Argha Nayottama tidak hanya mampu menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan daerah.
Selanjutnya, tahapan seleksi akan diawali dengan pengumuman hasil seleksi administrasi, kemudian dilanjutkan dengan tes Computer Assisted Test (CAT) yang dilaksanakan bekerja sama dengan BKPSDM Provinsi Bali menggunakan sistem komputerisasi. Selain itu, peserta yang lolos administrasi juga diwajibkan menyusun makalah sebagai bagian dari penilaian.
“Nanti ada uji kompetensi lewat komputer. Karena kita tidak punya perangkat untuk itu, pelaksanaannya bekerja sama dengan BKPSDM Provinsi,” jelasnya.
Tahapan berikutnya yakni wawancara bersama tim seleksi sebelum para peserta menjalani wawancara akhir dengan Kuasa Pemilik Modal (KPM), yakni Bupati Buleleng.
“Kita lakukan ini secara ketat dan transparan agar mampu melahirkan direksi profesional yang dapat membawa Perumda Pasar Argha Nayottama semakin maju dan berdaya saing,” tegas Sutjidra. (Yuda/balipost)










