Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan memasuki tahapan penulisan makalah, Rabu (8/7). (BP/istimewa)

 

SINGASANA, BALIPOST.com – Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan memasuki tahapan penulisan makalah, Rabu (8/7). Sebanyak 13 aparatur sipil negara (ASN) yang telah lolos seleksi administrasi mengikuti ujian tersebut untuk memperebutkan tiga jabatan kepala dinas yang masih lowong.

Pelaksanaan penulisan makalah berlangsung di Laboratorium Komputer SMA Negeri 1 Tabanan dengan pengawasan ketat. Hadir Kepala BKPSDM Kabupaten Tabanan, perwakilan Ombudsman RI Provinsi Bali, serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Tabanan. Kehadiran ketiga unsur tersebut sekaligus memastikan seluruh tahapan seleksi berlangsung transparan, objektif, dan akuntabel sesuai prinsip sistem merit.

Baca juga:  Tiga Pejabat di Tabanan Bersaksi Kasus Wiratmaja, KPK Bongkar Percakapan di 2017

Tiga jabatan yang diperebutkan yakni Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Kepala Dinas Kebudayaan, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabanan. Peserta berasal dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), mulai camat, sekretaris badan, kepala bagian, sekretaris kecamatan hingga kepala bidang yang telah memenuhi persyaratan mengikuti seleksi.

Penulisan makalah merupakan tahapan penting dalam seleksi karena menguji kemampuan konseptual, daya analisis, serta pemikiran strategis peserta dalam menjawab berbagai persoalan pemerintahan sesuai jabatan yang dilamar. Pada tahapan ini, peserta dituntut mampu menawarkan gagasan inovatif, solusi atas permasalahan organisasi, sekaligus merumuskan visi kepemimpinan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Seluruh peserta mengerjakan makalah secara mandiri menggunakan komputer yang disediakan panitia.

Baca juga:  Tiga Korban Gempa Masih Dirawat di RSU Bangli

Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, Dr. I Gede Susila, S.Sos., M.Si., mengatakan seleksi terbuka merupakan komitmen Pemkab Tabanan dalam menerapkan sistem merit secara konsisten. Menurutnya, pengisian jabatan pimpinan tinggi harus mengedepankan kompetensi, integritas, rekam jejak, dan kapasitas kepemimpinan.

“Melalui seleksi ini kami ingin memastikan pejabat yang terpilih benar-benar memiliki kemampuan memimpin, mampu menghadirkan inovasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Baca juga:  Pasien COVID-19 Meninggal di Bali Tambah Lagi, Kasus Baru Juga Naik Puluhan Orang

Ia menambahkan, keterlibatan Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bali merupakan bentuk pengawasan eksternal agar seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan dan menjunjung tinggi asas transparansi serta keadilan.

Sementara BRIDA dilibatkan untuk memberikan perspektif mengenai pentingnya inovasi dalam kepemimpinan birokrasi.

Melalui seleksi terbuka tersebut, Pemkab Tabanan berharap lahir pimpinan perangkat daerah yang profesional, berintegritas, visioner, serta memiliki kemampuan manajerial yang kuat sehingga mampu memperkuat pelayanan kepada masyarakat. (Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN