Vaksinasi darurat yang dilakukan pada HPR di radius 3 kilometer dari kasus rabies di Tegal Badeng Timur, Selasa (23/6). (BP/istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Jumlah warga yang menjadi korban gigitan anjing positif rabies di Banjar Tangi, Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara, bertambah. Setelah sebelumnya dilaporkan tiga orang menjadi korban, hasil penelusuran petugas kesehatan menemukan dua warga lain yang juga sempat diserang anjing yang sama.

Kepala Puskesmas II Negara (Pengambengan), dr. Ni Made Anggaraeni, Selasa (23/6), mengatakan, total korban kini mencapai lima orang. Selain Sodikun serta dua anak bernama Husein dan Nara, terdapat dua korban tambahan yakni Iis Datul Janah dan Edi.

“Setelah dilakukan investigasi, diketahui ada dua korban lain sehingga total menjadi lima orang,” ujarnya usai kegiatan vaksinasi darurat di kawasan BTN Purnawira TNI-Polri, Banjar Tangi, Desa Tegal Badeng Timur.

Baca juga:  Cakupan Vaksinasi Rabies di Denpasar Capai 33,27 Persen, Anjing Liar Jadi Tantangan

Anggaraeni menjelaskan, empat korban telah mendapatkan vaksin anti rabies (VAR). Sementara, satu korban lainnya belum memperoleh penanganan karena telah kembali ke Jawa.

Menurutnya, korban yang belum menerima VAR diketahui sedang berada di Jembrana untuk menghadiri acara keluarga saat insiden terjadi. Pihaknya akan berupaya menghubungi yang bersangkutan agar segera mendapatkan penanganan medis mengingat anjing yang menggigit telah dipastikan positif rabies berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.

“Kami akan melakukan koordinasi agar korban segera mendapat vaksinasi. Stok VAR di puskesmas saat ini masih mencukupi,” katanya.

Baca juga:  Nyepi dan Idul Fitri Berdekatan, Hindari Terjebak Penutupan Pelabuhan, Diimbau Mudik Lebih Awal 

Sementara itu, Koordinator Medik Veteriner Kecamatan Negara, drh. Ni Nyoman Citra Susilawati mengatakan, vaksinasi darurat terhadap hewan penular rabies (HPR) dilakukan sebagai tindak lanjut keluarnya hasil uji laboratorium dari Balai Besar Veteriner Denpasar yang menyatakan sampel otak anjing tersebut positif rabies.

Selama vaksinasi, petugas memvaksin 50 ekor HPR yang terdiri atas 20 ekor anjing dan 30 ekor kucing. Vaksinasi dilakukan dalam radius sekitar tiga kilometer dari lokasi ditemukannya kasus. Berdasarkan data sementara, populasi anjing di wilayah tersebut diperkirakan mencapai 500 ekor, sedangkan jumlah kucing masih dalam proses pendataan. “Kami melakukan vaksinasi emergency untuk memutus potensi penyebaran virus rabies di sekitar lokasi kasus,” ujar Citra.

Baca juga:  Pengembangan Pelabuhan Pengambengan Jangan Sampai Meminggirkan Nelayan Lokal

Kasus rabies di Kecamatan Negara hingga Juni 2026 tercatat cukup tinggi. Berdasarkan hasil pengujian laboratorium, telah ditemukan 12 kasus positif rabies. Rinciannya, lima kasus di Banyubiru, dua kasus di Baluk, dua kasus di Berangbang, masing-masing satu kasus di Loloan Barat, Banjar Tengah, dan Tegal Badeng Timur.

Citra menambahkan, estimasi populasi HPR di Kecamatan Negara mencapai sekitar 8.188 ekor. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman rabies serta segera melapor dan mencari pertolongan medis apabila mengalami gigitan anjing, kucing, maupun hewan penular rabies lainnya. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN