Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata memimpin apel peringatan HUT ke-386 Kota Amlapura, di Lapangan Tanah Aron, pada Senin (22/6). (BP/istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Karangasem menggelar Upacara Peringatan Hari Jadi Kota Amlapura ke-386 Tahun 2026, di Lapangan Tanah Aron, Senin (22/6). Upacara berlangsung khidmat dengan Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata (Gus Par) bertindak sebagai inspektur upacara.

Peringatan diawali dengan pembacaan sejarah singkat Kota Amlapura oleh Kepala BKPSDM Kabupaten Karangasem. Dalam sejarahnya, Kota Amlapura yang sebelumnya bernama Karangasem ditetapkan sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Karangasem pada 22 Juni 1640 oleh Raja Karangasem, I Gusti Anglurah Ketut Karangasem. Sejak saat itu, Amlapura berkembang menjadi pusat pemerintahan, kebudayaan, dan kehidupan masyarakat hingga kini memasuki usia ke-386 tahun.

Upacara dihadiri Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, unsur Forkopimda, mantan Bupati Karangasem, I Wayan Geredeg, mantan wakil bupati, Dr. I Wayan Artha Dipa, SH., MAP, manggala Puri Karangasem, pimpinan instansi vertikal, BUMN, BUMD, serta berbagai elemen masyarakat. Suasana upacara semakin khidmat dengan alunan mars dan hymne Kabupaten Karangasem yang dibawakan Paduan Suara Gita Swara Pemkab Karangasem bersama Korps Musik Gita Adhi Praja.

Baca juga:  Cuaca Ekstrem, Kerugian Bencana di Klungkung Capai Rp1,96 Miliar

Dalam sambutannya, Bupati Gus Par mengatakan bahwa hari jadi Kota Amlapura bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk mengenang perjuangan para leluhur yang telah meletakkan fondasi pembangunan Karangasem.

“Usia 386 tahun mencerminkan perjalanan panjang Kota Amlapura dalam menjaga adat, budaya, dan semangat gotong royong. Berbagai keberhasilan yang dicapai merupakan hasil kerja keras serta kebersamaan masyarakat Karangasem dari generasi ke generasi,” ujarnya.

Baca juga:  Kampus Bisa Ambil Peran Strategis Kembangkan UMKM Masa Depan

Menurut Gus Par, Karangasem memiliki keunggulan besar yang bersumber dari kekayaan alam dan budaya. Keberadaan Gunung Agung, Taman Tirta Gangga, Taman Ujung Soekasada, hingga beragam tradisi dan adat istiadat yang tetap lestari menjadi identitas yang harus dijaga dan diwariskan. Pada peringatan HUT ke-386 Kota Amlapura, Pemkab Karangasem mengusung tema “Tidak Mudah Tapi Harus Bisa”. Tema tersebut mencerminkan tekad bersama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, mulai dari infrastruktur, penyediaan air bersih, peningkatan ekonomi masyarakat, penguatan sektor perikanan dan kelautan, hingga pengembangan pariwisata berbasis budaya.

Baca juga:  Pimpin Apel HUT ke-385 Kota Amlapura, Bupati Gus Par Tekankan Akselerasi Pembangunan

“Perjuangan ini memang tidak mudah, tetapi sebagai masyarakat Karangasem yang tangguh kita tidak boleh menyerah. Dengan kerja keras, disiplin, gotong royong, dan semangat kebersamaan, saya yakin semua tantangan dapat kita hadapi,” katanya.

Dia menegaskan, komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan Karangasem yang Aman, Nyaman, Gigih, Unggul, dan Gemah Ripah Loh Jinawi, dengan tetap berpegang pada nilai-nilai budaya sebagai jati diri daerah.

“Kami mengajak seluruh masyarakat menjadikan hari jadi Kota Amlapura sebagai momentum memperkuat persatuan dan bergerak bersama membangun Karangasem yang semakin maju. (ADV/balipost)

BAGIKAN