Bupati Gus Par meluncurkan layanan mobil jenazah Loka Agung dan Desa/Kelurahan Siaga TBC usai upacara HUT ke-386 Kota Amlapura, di Lapangan Tanah Aron Amlapura, Senin (22/6). (BP/istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Di usia ke-386 tahun, Kota Amlapura tidak hanya merayakan perjalanan sejarah panjangnya. Di tengah khidmat peringatan hari jadinya, Pemerintah Kabupaten Karangasem memilih menghadirkan sesuatu yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat pelayanan yang menyentuh manusia pada saat paling rentan sekaligus memberi harapan untuk masa depan yang lebih sehat.

Pada Senin (22/6), usai pelaksanaan upacara hari jadi Kota Amlapura ke-386 tahun di Lapangan Tanah Aron, enam armada mobil jenazah berwarna putih berbaris rapi. Sesaat kemudian, Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata atau Gus Par bersama dengan Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa mengibaskan bendera tanda dimulainya layanan Loka Agung, program antar jenazah gratis yang akan melayani seluruh wilayah Karangasem.

Baca juga:  Viral Video Bangunan Halangi Akses ke Sungai, Ini Temuan DPRD Gianyar

Bagi sebagian orang, mobil jenazah mungkin hanya kendaraan. Namun bagi keluarga yang sedang berduka, terutama mereka yang hidup dalam keterbatasan ekonomi, kendaraan itu bisa menjadi penolong di saat yang paling berat.

Pemerintah Kabupaten Karangasem memahami bahwa kesedihan sering kali datang bersamaan dengan berbagai beban lain. Tidak sedikit keluarga yang harus memikirkan biaya pengantaran jenazah di tengah suasana kehilangan orang tercinta. Karena itulah Loka Agung hadir sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakatnya. “Pelayanan pemerintah harus hadir sejak masyarakat lahir hingga akhir hayatnya,” tegasnya.

Gus Par mengatakan, langkah baru Karangasem tidak berhenti pada pelayanan saat duka. Pada momentum yang sama, pemerintah juga meluncurkan Desa dan Kelurahan Siaga Tuberkulosis (TBC), sebuah gerakan bersama untuk melawan salah satu penyakit menular yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat.

Baca juga:  HUT ke-384 Kota Amlapura, Tagline "Karangasem Jani Wi" Gambarkan Upaya Sinergis Pembangunan Berkelanjutan

“Layanan Loka Agung hadir untuk meringankan beban saat kehilangan, Desa Siaga TBC hadir untuk menjaga agar lebih banyak warga tetap sehat dan produktif. Program ini mendorong keterlibatan masyarakat dalam pencegahan, penemuan kasus, pendampingan pengobatan, hingga edukasi kesehatan secara berkelanjutan.

Melalui desa-desa yang siaga, pemerintah berharap penanganan TBC tidak hanya menjadi urusan tenaga kesehatan, tetapi menjadi gerakan bersama yang melibatkan keluarga, lingkungan, dan seluruh elemen masyarakat,” jelasnya.

Menurut Gus Par, di balik dua program yang diluncurkan tersebut tersimpan pesan yang kuat. Kata dia, pembangunan tidak selalu berbentuk jalan, gedung, atau infrastruktur fisik. Pembangunan juga dapat hadir dalam bentuk pelayanan yang mengurangi beban warga saat berduka dan upaya menjaga kesehatan masyarakat agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Baca juga:  Usai Dilantik, Bupati Gus Par Ikuti Retret di Magelang Sepekan

“Di usia ke-386 tahun, Amlapura seakan mengingatkan bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari apa yang berhasil dibangun, tetapi juga dari seberapa besar pemerintah mampu hadir di tengah kebutuhan masyarakatnya. Dari duka yang membutuhkan kepedulian hingga harapan akan generasi yang bebas TBC, Karangasem sedang menapaki langkah baru. Ini sebuah langkah yang menempatkan kemanusiaan sebagai inti pembangunan, sejalan dengan semangat hari jadi Kota Amlapura tahun ini. Tidak mudah tapi harus bisa,” imbuh Gus Par. (ADV/balipost)

 

BAGIKAN