Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata didampingi Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, saat memberikan sambutan pada penutupan Karangasem Festival 2026. (BP/istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta secara resmi menutup rangkaian Karangasem Festival 2026 yang merupakan bagian dari peringatan hari jadi ke-386 Kota Amlapura, Senin (22/6) malam, di Taman Budaya Kapten AA Made Karang Candra Bhuana.

Acara penutupan berlangsung meriah dan dihadiri anggota DPD RI asal Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III, S.E., M.Tru., M.Si., Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, Forkopimda Karangasem, pimpinan dan anggota DPRD Karangasem, kepala OPD, instansi vertikal, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, insan seni budaya, pelaku UMKM, media massa, serta masyarakat Karangasem.

Rangkaian acara penutupan diawali dengan penampilan Tari Puspa Hredaya, pemutaran video capaian kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Karangasem, pertunjukan Wayang Sunar, penyerahan penghargaan kepada para pemenang berbagai lomba, hingga peresmian nama Taman Budaya Candra Buana menjadi Taman Budaya Kapten AA Made Karang Candrabuana.

Baca juga:  Bupati Kukuhkan Pengurus FKUB Badung Periode 2020-2025

Dalam sambutannya, Bupati Gusti Putu Parwata menegaskan bahwa Karangasem Festival 2026 bukan sekadar ajang hiburan dan perayaan, melainkan menjadi ruang ekspresi kreativitas, pelestarian budaya, penguatan ekonomi masyarakat, promosi pariwisata, serta sarana mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat Karangasem.

“Karangasem Festival tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Event budaya harus mampu memperkuat UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata berbasis budaya yang berkelanjutan,” ujar Gus Par.

Selama empat hari pelaksanaan festival sejak 19 hingga 22 Juni 2026, sebanyak 32 stan UMKM berhasil mencatat transaksi sebesar Rp358,37 juta. Sementara itu, 85 pelaku usaha kuliner membukukan transaksi mencapai Rp1,087 miliar. Dengan demikian, total perputaran ekonomi yang tercipta selama Karangasem Festival 2026 mencapai Rp1,446 miliar.

Baca juga:  Segini, Anggaran PBI BPJS Bali

Menurut Gus Par, tema hari jadi ke-386 Kota Amlapura, “Tidak Mudah, Tapi Harus Bisa” merefleksikan semangat masyarakat Karangasem dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Dengan semangat gotong royong, kerja keras, inovasi, dan kebersamaan, berbagai tantangan diyakini dapat diubah menjadi peluang bagi kemajuan daerah. “Perjalanan memang tidak mudah, namun bersama kita pasti bisa,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta memberikan apresiasi atas keberhasilan penyelenggaraan festival yang dinilai mampu menerjemahkan tema ke dalam aksi nyata. Menurutnya, sebuah tema dapat dirumuskan dengan berbagai cara, namun yang terpenting adalah bagaimana tema tersebut dimaknai dan diwujudkan melalui kepemimpinan yang kuat.

Baca juga:  Harkodia 2024, Pemkab Badung Raih Penghargaan Percontohan Kabupaten/Kota Antikorupsi

“Tema itu bisa dibuat seperti apa saja, tetapi memaknainya memerlukan leadership yang hebat. Saya melihat Bupati Gus Par dan Wabup Guru Pandu mampu mewujudkan semangat Tidak Mudah Tapi Harus Bisa melalui Karangasem Festival,” ujarnya.

Selain seremoni penutupan, malam puncak Karangasem Festival 2026 juga diisi dengan pemotongan tumpeng disertai penyalaan kembang api, dilanjutkan foto bersama serta hiburan rakyat yang dimeriahkan oleh penampilan Donie Sibarani and Band. Di tengah penampilannya di atas panggung utama, Donie Sibarani mengajak Raina Iswari, gadis tunanetra asal Desa Bebandem Karangasem yang berbakat menyanyi untuk membawakan single “Lagu Terbaik” di hadapan ribuan penonton. (ADV/balipost)

 

BAGIKAN