
DENPASAR, BALIPOST.com – Ulah pelaku balapan liar makin menjadi-jadi. Tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, mereka memposting aksinya di media sosial (medsos). Pihak kepolisian mengaku kesulitan melakukan tindakan tegas karena aksinya nomaden dan kucing-kucingan dengan aparat.
“Seperti Polsek Kuta Selatan secara rutin melaksanakan kegiatan patroli malam hingga dini hari sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk aksi balapan liar atau trek-trekan yang dilakukan oleh kelompok anak muda,” tegas Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Gede Adi Saputra Jaya, Sabtu (13/6).
Dalam pelaksanaan patroli tersebut, Iptu Adi menjelaskan personel tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga menyasar titik-titik yang dianggap rawan, seperti jalur yang sering digunakan untuk aksi balapan liar, kawasan pemukiman, pertokoan yang buka 24 jam, kawasan perbankan, serta lokasi berkumpulnya masyarakat.
“Memang masih terdapat laporan masyarakat terkait adanya dugaan balapan liar yang disampaikan melalui layanan 110. Hal ini menjadi perhatian kami dan setiap laporan yang masuk langsung ditindaklanjuti oleh personel di lapangan,” ujarnya.
Adapun kendala yang dihadapi pihaknya, para pelaku balapan liar biasanya melakukan aksinya secara berpindah-pindah lokasi dan menggunakan pola kucing-kucingan dengan petugas. Saat petugas datang, mereka sering kali sudah membubarkan diri, kemudian kembali melakukan aksi di lokasi lain.
“Polsek Kuta Selatan terus meningkatkan kegiatan patroli rutin, termasuk Patroli Barcode yang dirangkaikan dengan Blue Light Patrol hingga waktu subuh. Kegiatan tersebut menyasar lokasi rawan seperti Jalan Uluwatu Jimbaran, kawasan GWK Ungasan, Pecatu, Kampial, hingga jalur By Pass Ngurah Rai Nusa Dua,” imbuh mantan Kanitreskrim Polsek Mengwi ini.
Dari pelaksanaan patroli tersebut, personel tidak menemukan adanya aksi trek-trekan maupun kelompok pemuda yang mengganggu ketertiban umum. Situasi sepanjang jalur patroli dan kawasan pemukiman terpantau aman dan kondusif. Ia mengajak masyarakat, khususnya para orangtua, untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di malam hari. Peran serta masyarakat sangat penting dalam mencegah terjadinya balapan liar karena keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama. (Kerta Negara/balipost)










