Seorang orang tua murid mengakses Website SPMB SMA/SMK Bali 2025/2026. (BP/eka)

BANGLI, BALIPOST.com – Menjelang dibukanya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, SMAN 2 Bangli mulai mengambil langkah proaktif untuk menjaring siswa baru. Pihak sekolah mengakui adanya kekhawatiran terkait pemenuhan kuota, berkaca pada jumlah pendaftar dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala SMAN 2 Bangli, I Gede Kariawan, menyampaikan bahwa pada tahun ini sekolahnya kembali menargetkan penerimaan sebanyak 360 siswa yang terbagi dalam 10 rombongan belajar (rombel).Pada tahun lalu, kuota tersebut tidak terpenuhi. Sekolahnya hanya mendapat 283 siswa. “Sudah beberapa tahun kuota tidak terpenuhi,” ujarnya.

Baca juga:  Targetkan Perdagangan Minyak, AS Jatuhkan Sanksi Baru pada Iran

Berdasarkan pemetaan pihak sekolah, terdapat dua faktor utama yang membuat kuota SMAN 2 Bangli sulit tercapai yakni persaingan dengan sekolah favorit dan pergeseran orientasi lulusan. Banyak lulusan SMP yang kini cenderung memilih masuk SMK, khususnya jurusan pariwisata.

Hal ini didorong oleh orientasi kerja ke luar negeri yang didukung oleh maraknya Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di wilayah Bangli.

Meski menghadapi tantangan tersebut, SMAN 2 Bangli terus berupaya maksimal untuk menarik minat calon siswa. Beberapa langkah yang telah disiapkan antara lain membuka posko SPMB untuk membantu lulusan SMP yang ingin mendaftar agar tidak mengalami kendala dalam proses pendaftaran secara daring.

Baca juga:  Tambahan Kasus Baru Positif COVID-19 di Bali, 50 Persennya Transmisi Lokal

Selain itu pihak sekolah membentuk grup WhatsApp yang melibatkan orang tua siswa dan lulusan SMP agar informasi mengenai kegiatan sekolah dapat tersampaikan dengan cepat. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN