Suasana Perayaan Bulan Bung Karno 2026, di Gedung Dharma Negara Alaya, Lumintang, Denpasar, Sabtu (6/6). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Perayaan Bulan Bung Karno Tahun 2026 yang diselenggarakan DPD PDI Perjuangan Bali di Gedung Dharma Negara Alaya, Lumintang, Denpasar, Sabtu (6/6), menjadi perbincangan di media sosial karena melibatkan siswa dan siswi SMA/SMK. Kehadiran pelajar dalam kegiatan tersebut menuai sorotan karena acara digelar oleh partai politik, sehingga memunculkan pertanyaan terkait keterlibatan peserta didik dalam kegiatan yang berafiliasi dengan partai.

Menanggapi polemik yang berkembang, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, menegaskan bahwa keikutsertaan siswa dalam kegiatan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengarahkan pelajar pada aktivitas politik praktis maupun mendukung partai tertentu.

Menurut Wesnawa, siswa dan siswi membutuhkan figur sentral yang dapat dijadikan teladan dalam menghadapi dinamika kehidupan yang terus berkembang. Nilai-nilai yang diwariskan para pendiri bangsa dinilai relevan untuk diimplementasikan oleh generasi muda dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga:  Bupati Badung Sikapi Polemik Status Direksi Perumda Pasar MGS

“Nilai-nilai para pendiri bangsa sangat sesuai dengan jiwa anak-anak muda di era kekinian. Rasa nasionalisme juga dapat ditumbuhkan melalui agenda-agenda yang menonjolkan semangat patriotisme,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (6/6).

Ia menegaskan bahwa pelajar yang hadir dalam kegiatan tersebut bukan digiring untuk berpolitik atau memberikan dukungan kepada salah satu partai politik. Sebaliknya, kegiatan tersebut dipandang sebagai sarana edukasi kebangsaan dan penguatan karakter generasi muda.

“Figur pendiri bangsa dapat menjadi teladan bagi generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” kata Wesnawa.

Baca juga:  Didominasi Kasus Narkotika, Belasan WNA Diadili di Bali

Ia juga menjelaskan bahwa keterlibatan siswa berawal dari surat yang dikirimkan DPD PDIP Bali kepada Disdikpora Bali. Dalam surat tersebut, partai berlambang banteng moncong putih itu memohon dukungan untuk menyosialisasikan kegiatan Perayaan Bulan Bung Karno 2026 dengan melibatkan siswa SMA/SMK se-Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

“Kalau partai politik, sesuai hasil kajian selaras dengan kebijakan untuk meningkatkan kualitas jiwa patriotisme generasi dan sesuai dengan regulasi urusan pendidikan juga dapat mengajukan hal yang sama,” ungkapnya.

Peringatan Bulan Bung Karno sendiri memiliki dasar historis yang kuat dalam perjalanan bangsa Indonesia. Bulan Juni menjadi bulan yang identik dengan kehidupan dan perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Sejumlah peristiwa penting yang berkaitan dengan Bung Karno terjadi pada bulan ini, yakni lahirnya Pancasila pada 1 Juni, hari kelahiran Bung Karno pada 6 Juni, dan hari wafatnya Bung Karno pada 21 Juni.

Baca juga:  Gerakan Merawat Pertiwi di Benoa, PDIP Bali Soroti Kerusakan Pesisir Kian Nyata

Rangkaian momentum tersebut menjadikan Juni sebagai Bulan Bung Karno yang selama ini diperingati sebagai ruang refleksi untuk mengenang, memahami, dan mengaktualisasikan nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, serta cita-cita besar Bung Karno dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Wesnawa menegaskan bahwa partisipasi siswa dalam kegiatan tersebut semata-mata bertujuan memperkuat wawasan kebangsaan, nasionalisme, serta keteladanan dari sosok pendiri bangsa. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN