
AMLAPURA, BALIPOST.com – Masyarakat Karangasem yang ditemukan suspek TBC cukup banyak. Berdasarkan data yang diterima dari Dinas Kesehatan Karangasem, hingga pertengah tahun 2026 tercatat ada ratusan kasus suspek TBC.
Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, I Gusti Bagus Pertama Putra mengungkapkan, sejak tahun 2024 hingga 2026 mencapai ribuan. Di tahun 2024 saja ada 1.432 suspek, kemudian di tahun 2025 mencapai 2.420 suspek, dan di tahun 2026 berjalan ditemukan 881 suspek. “Ketika terjadi kasus itu 1 banding 10. Ketika ada 1 orang terindikasi TBC kami lakukan tracing 10 orang,” ucapnya belum lama ini.
Pertama mengatakan, untuk menuju Indonesia bebas TBC di tahun 2030, ada beberapa upaya yang dilakukan secara menyeluruh di Seluruh Indonesia. Termasuk di Karangasem. ”Pengentasan TBC di Karangasem juga masuk dalam visi misi Karangasem Agung yang dicanangkan Bupati dan Wakil Bupati Karangasem,” katanya.
Menurut Pertama, target nasional sendiri, suatu daerah bisa dianggap bebas dari TBC ketika ada penemuan kasus di atas 90 persen. Selain itu, faktor lain keberhasilan dalam pengobatan juga dilakukan di atas 90 persen. Termasuk terapi pencegahan harus bisa dilakukan 80 persen.
”Hingga triwulan pertama di Karangasem hanya menemukan 600 orang. Atau 14 persen dari target nasional. Untuk pengobatannya kami lakukan tuntas,” jelasnya sembari menyatakan, karena penemuan kasus TBC rendah, pihaknya mendorong untuk membentuk desa siaga TBC. Setiap desa nantinya akan dicetak kader terkait penyakit TBC. Termasuk desa juga harus menganggarkan sebagai langkah pencegahan.
Dia menjelaskan, untuk mencegah terjadinya TBC, masyarakat diminta untuk tidak menganggap remeh setiap kondisi batuk. ”Bisa periksa dahak di puskesmas atau RSUD,” tandasnya. (Eka Parananda/balipost)










