
DENPASAR, BALIPOST.com – Semangat toleransi dan kebersamaan mewarnai perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kampung Bugis, Desa Serangan, Denpasar, Rabu (27/5).
Ketua Takmir Majelis Masjid As-Syuhada Serangan, Muhammad Amir, menyampaikan tahun ini, total hewan kurban yang terkumpul di Masjid As-Syuhada terdiri atas empat ekor sapi dan 36 ekor kambing. Daging kurban kemudian didistribusikan kepada sekitar 300 penerima manfaat di wilayah Serangan.
Prosesi penyembelihan hingga pembagian daging kurban turut melibatkan partisipasi warga lintas agama. Ketua Seksi Pembagian Daging Kurban, Usman, mengatakan semangat gotong royong antara warga Muslim dan Hindu di Desa Serangan sudah terjalin sejak lama.
“Semua pihak kami libatkan dalam proses penyembelihan dan distribusi daging kurban. Bahkan daging kurban juga dibagikan kepada aparat keamanan dan para jro bendesa sebagai bentuk silaturahmi kepada seluruh umat di Desa Serangan,” jelasnya.
Menurut Usman, keterlibatan warga lintas keyakinan dalam kegiatan sosial keagamaan sudah menjadi tradisi turun-temurun di Kampung Bugis Serangan.
Hal senada disampaikan Muhammad Amir. Ia menegaskan hubungan harmonis antara umat Muslim dan Hindu di Serangan telah terjalin kuat dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya saat hari besar keagamaan.
“Bagi kami ini hal yang lumrah, karena sejak dulu kami selalu hidup berdampingan dan melakukan aktivitas bersama dengan warga Hindu. Ini menjadi cara kami menjaga silaturahmi dan persaudaraan,” tandasnya.
Sementara itu, salah satu pihak yang menyalurkan kurban bagi umat muslim di Serangan, Bali Turtle Island Development mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat setempat.
Pada tahun ini, kata Kepala Departemen Komunikasi BTID, Zefri Alfaruqy, pihaknya menyerahkan satu ekor sapi dan satu ekor kambing. Bantuan tersebut menjadi bagian dari kegiatan rutin yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir di desa tersebut.
“Kontribusi ini kami harapkan dapat membawa berkah, kegembiraan, serta mempererat rasa kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya. (Ketut Winata/balipost)










