
SINGASANA, BALIPOST.com – Kemunculan ular king cobra sepanjang 3,5 meter di kawasan permukiman warga Banjar Suraberata, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg, Minggu (24/5), sempat membuat warga panik. Ular berbisa tersebut ditemukan berada di area kebun pisang dekat rumah penduduk sebelum akhirnya berhasil dievakuasi Tim Reptil Asih Tabanan.
Proses penangkapan dilakukan anggota tim, I Kadek Adi Saputra alias Ray Cobra. Dengan menggunakan teknik khusus, ular jantan itu berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti lalu dimasukkan ke dalam karung untuk dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.
Ketua Reptil Asih Tabanan, Ni Putu Astridayanti mengatakan, evakuasi berlangsung lancar karena posisi ular mudah terdeteksi. “King cobra ini sudah masuk area pemukiman sehingga menimbulkan keresahan warga,” ujarnya.
Menurut dia, kemunculan ular di sekitar lingkungan rumah warga umumnya dipicu keberadaan mangsa seperti tikus. Area kebun dan semak-semak yang lembap juga menjadi habitat yang disukai ular berbisa tersebut. Astridayanti menambahkan saat ini belum memasuki musim bertelur king cobra. Biasanya periode bertelur terjadi sekitar Oktober hingga November, sedangkan musim menetas berlangsung pada Desember.
Warga pun diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di kebun atau area semak. Masyarakat diminta tidak mencoba menangkap ular secara mandiri karena berisiko tinggi. Jika menemukan satwa liar berbahaya, warga disarankan segera melapor kepada aparat desa atau petugas evakuasi. (Puspawati/balipost)










