
SINGASANA, BALIPOST.com – Warga Kecamatan Selemadeg Timur dibuat geger dengan kemunculan seekor ular berbisa jenis king cobra sepanjang sekitar 3 meter di area tegalan dekat permukiman, Sabtu (9/5) malam. Ular berukuran besar itu ditemukan sedang memangsa seekor piton di bawah tumpukan kayu kelapa dekat jembatan.
Keberadaan predator berbisa tersebut langsung dilaporkan warga karena dinilai membahayakan keselamatan masyarakat sekitar. Tim Reptil Asih Tabanan kemudian turun melakukan evakuasi di lokasi.
Ketua Reptil Asih Tabanan, Ni Putu Astridayanti, mengatakan proses penanganan sempat berlangsung menegangkan lantaran kepala ular bersembunyi di sela-sela tumpukan kayu. Tim harus berhati-hati sebelum akhirnya berhasil mengamankan bagian kepala ular menggunakan tongkat khusus.
“Kurang lebih satu menit pencarian kepala ular di antara kayu. Setelah berhasil diamankan, baru ular bisa ditarik utuh ke tempat yang lebih aman,” ujarnya, Minggu (10/5).
Menurut dia, king cobra yang diamankan berjenis kelamin jantan dengan ukuran tergolong besar dan agresif. Kemunculan ular tersebut diduga karena sedang aktif berburu mangsa di sekitar kawasan tegalan dan aliran sungai.
Usai dievakuasi, ular kemudian direlokasi ke habitat yang jauh dari permukiman warga untuk menghindari potensi gangguan kembali.
Astridayanti juga mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba menangkap atau mengevakuasi ular berbisa secara mandiri. Sebab, king cobra merupakan salah satu jenis ular dengan tingkat bahaya tinggi.
“Jika menemukan ular, segera hubungi petugas atau relawan yang memiliki keahlian. Jangan ditangani sendiri karena sangat berisiko,” tegasnya. (Puspawati/balipost)










