PSEL Denpasar Raya di Benoa dipercepat, groundbreaking dijadwalkan 8 Juli 2026. Proyek ini jadi solusi pengolahan sampah menjadi energi di Bali. (BP/Par)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya di kawasan Benoa kini memasuki fase percepatan menuju pembangunan fisik. Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Badung dan Pemerintah Kota Denpasar menggelar rapat koordinasi untuk mematangkan persiapan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek strategis tersebut.

Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Kertha Sabha, Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jumat (22/5). Agenda ini digelar di sela kunjungan kerja Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yang kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke lokasi proyek PSEL Denpasar Raya serta calon lokasi Pembangkit Energi (PSE) BBM Terbarukan.

Baca juga:  Percepatan Pelaksanaan KLB Demi Kompetisi di Indonesia

Dukungan pemerintah pusat terhadap percepatan proyek ini juga tampak dari kehadiran Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Nani Hendiarti.

Usai peninjauan, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam proyek ini. “Kami sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan Bapak KSAD terhadap percepatan pembangunan PSEL Denpasar Raya. Ini menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan TNI dalam menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan sampah di Bali,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster dalam rapat memaparkan kesiapan teknis dan administratif menjelang groundbreaking yang dijadwalkan pada 8 Juli 2026. Koordinasi mencakup kesiapan lahan, rencana penandatanganan MoU dengan Pelindo, akses infrastruktur, legalitas lahan, perizinan lingkungan, hingga teknis pelaksanaan seremoni.

Baca juga:  "Groundbreaking" di IKN Tercatat Senilai Rp 49,6 Triliun

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak juga menegaskan kesiapan TNI AD dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis energi. “Jadi sampah yang ada akan diolah menjadi bahan bakar alternatif menjadi solar. Ini sebagai langkah inovatif dalam mengatasi permasalahan lingkungan sekaligus mendukung ketahanan energi. Jadi pemerintah daerah menyiapkan lahan dan segala perizinannya, nanti kami dari TNI yang membantu menyiapkan fasilitasnya,” ucapnya.

Setelah rapat, rombongan meninjau langsung lokasi pembangunan di Benoa. Di lapangan, proses pengurugan dan pematangan lahan telah berjalan sebagai tahap awal pembangunan fisik.

Baca juga:  Tersangka Kasus Tipikor LPD Gerokgak Dilimpahkan

Dimulainya aktivitas ini menandai proyek PSEL Bali memasuki fase realisasi, setelah melalui tahapan perencanaan panjang dan koordinasi lintas lembaga.

PSEL Denpasar Raya dirancang berdiri di atas lahan sekitar 6 hektare dengan kapasitas pengolahan hingga 1.200 ton sampah per hari. Fasilitas ini akan mengintegrasikan sekitar 700 ton sampah dari Kota Denpasar dan 500 ton dari Kabupaten Badung.

Keberadaan PSEL diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk persoalan sampah di kawasan Sarbagita, sekaligus mendorong Bali menuju sistem pengelolaan lingkungan modern, berkelanjutan, dan mandiri energi.(Parwata/BaliPost)

 

BAGIKAN