Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. (BP/Ant)

JAKARTA, BALIPOST.com – Percepatan pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) demi bergulirnya kompetisi di Indonesia. Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menyebut, mengingat banyak pihak yang menggantungkan hidupnya dari adanya pertandingan di stadion-stadion.

“Saya hanya ingin kompetisi itu bisa berjalan. Dengan kompetisi terhenti maka marwah sepak bola itu akan hilang,” kata pria yang akrab dipanggil Iwan Bule dalam keterangan resmi yang diterima media di Jakarta, dikutip dari kantor berita Antara, Senin (31/10).

Iwan juga menepis tudingan sejumlah pihak yang selama ini menilainya lari dari tanggung jawab terhadap tragedi Kanjuruhan yang telah menelan ratusan korban jiwa. Ia menegaskan tidak ada sedikit pun terlintas di hatinya untuk acuh menyaksikan tragedi tersebut.

Baca juga:  Densus 88 Pantau 5 Fasilitator Jaringan Keuangan ISIS

Lebih lanjut, Iwan mempersilahkan mekanisme untuk mempercepat KLB berjalan karena keputusan tersebut merupakan hasil pertemuan dengan seluruh anggota Exco PSSI. “Kami sepakat mengusulkan kepada FIFA untuk mempercepat kongres dan KLB untuk merespons rekomendasi TGIPF dengan tujuan agar kompetisi sepak bola di Indonesia dapat diizinkan digelar kembali. Selain itu, Kami melakukannya karena adanya permintaan dari anggota kami yang memiliki suara (voters),” katanya menambahkan.

Baca juga:  Aspakrindo: Pekerja Blockhain di Indonesia Tumbuh 43 Persen

Pihaknya berharap proses percepatan KLB ini bisa diakomodasi juga oleh FIFA yang menjadi induk organisasi PSSI. “Hari ini rencananya surat percepatan KLB dikirim ke FIFA. Jadi mari kita menunggu dan bersabar. Saya juga berharap agar duka sepak bola kita segera berakhir dan kompetisi bisa kembali digulirkan,” kata purnawirawan polisi jenderal bintang tiga ini.

Yaitu, kompetisi Liga 1, Liga 2 hingga Liga 3 yang selama ini sempat terhenti pasca-Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober lalu.

Sebelumnya, praktisi sepak bola yang sebelumnya menjadi Ketua Tim Perumus Statuta PSSI Dali Tahir mengingatkan bahwa desakan digelarnya KLB bukan kali pertama ini dihadapi federasi sepak bola Indonesia, PSSI. “Model desakan seperti ini bukan yang pertama kali. Ali Sadikin, dikudeta. Lalu, Nurdin Halid (NH) didemo, tidak tanggung-tanggung 11 bulan, 2010-2011. Demo yang jelas-jelas dikoordinir,” kata Dali Tahir.

Baca juga:  Penyair Mantra Bawakan "Sumpah Kumbakarna" di "Seni Vs Korupsi"

Bahkan, menurut pemilik nama lengkap Gelora Surya Dharma Tahir itu, pada zaman Nurdin Halid sampai ada PSSI tandingan sebagai buntut tak gamangnya Nurdin Halid sebagai Ketua Umum PSSI saat itu untuk menggelar KLB. (Kmb/Balipost)

BAGIKAN