Direktur Perumda Tirta Tohlangkir, I Komang Haryadi Parwata. (BP/istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Perusahaan Daerah (Perusda) Tirta Tohlangkir Kabupaten Karangasem terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan distribusi air bersih ke masyarakat. Untuk itu, PDAM melakukan penjajakan terhadap sejumlah sumber mata air baru di wilayah Karangasem.

Direktur Perusda Tirta Tohlangkir, I Komang Haryadi Parwata, pada Selasa (12/5), mengungkapkan, kalau survei dan kajian teknis tengah dilakukan di beberapa titik potensial yang dinilai memiliki kapasitas debit memadai serta kualitas air yang baik untuk kebutuhan masyarakat.

Baca juga:  Cuaca Ekstrem Dipengaruhi Dampak Perubahan Iklim

“Hari ini kita lakukan penjajakan di Kecamatan Bebandem. Ada 4 lokasi yang di jajaki. Pertama di Jungutan, Tihingan, Jungsri, dan Telaga Tista. Sebelumnya kita juga lakukan penjajakan di Angsoka, Tiying Tali, Kecamatan Abang dan Sidemen. Ini masih proses,” ujarnya.

Haryadi Parwata mengatakan, penjajakan juga dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan sambungan Sumber Telaga Waja, serta untuk efisiensi. Apalagi permintaan layanan air bersih terus meningkat, terutama di kawasan permukiman dan daerah pengembangan pariwisata.

Baca juga:  Kualitas Air PDAM Saat Musim Hujan

“Kita melakukan pencarian sumber mata air baru agar distribusi air ke pelanggan bisa lebih maksimal,” katanya.

Dia menjelaskan, dalam penjajakan tersebut melibatkan tim teknis terkait guna memastikan sumber air yang akan dimanfaatkan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan. Selain itu, pihaknya juga sudah lakukan kajian dan memantau apakah sumber air sudah di pakai subak atau belum.

“Kita harus koordinasi dengan Bidang Sumber Daya Air. Kalau misal ada kelebihan baru bisa dimanfaatkan. Dan kami menargetkan proses identifikasi dan kajian sumber air dapat selesai dalam waktu dekat sehingga tahapan pembangunan jaringan dan infrastruktur pendukung bisa segera direalisasikan,” katanya.

Baca juga:  Hadapi Arus Balik, Polisi Fokus Pemeriksaan KTP

Lebih lanjut dikatakannya, selain menambah kapasitas layanan, pengembangan sumber mata air baru juga diharapkan mampu mengurangi gangguan distribusi yang selama ini kerap terjadi saat musim kemarau panjang. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN