Dirut Perumda Tirta Sewakadarma Kota Denpasar, I Putu Yasa. (BP/wid)

DENPASAR, BALIPOST.com – Groundbreaking pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya direncanakan akan berlangsung Juli 2026. Pembangunan proyek yang disebut mampu mengatasi persoalan sampah di Denpasar dan Badung ini akan membutuhkan 50 kubik air per hari.

Terkait hal tersebut Perumda Tirta Sewakadarma atau PDAM Denpasar telah mengadakan pembicaraan sebelumnya dengan pemenang tender Zhejiang Weiming asal China.

Hal tersebut diungkapkan Dirut Perumda Tirta Sewakadarma Kota Denpasar, I Putu Yasa saat diwawancarai, Selasa (12/5). Kebutuhan air dalam pembangunan tersebut akan dipasok dari PDAM Denpasar dan Badung.

Baca juga:  Kasus Pembunuhan di Tukad Bilok, Ini Motif Dua WN India

“Kami sudah melakukan pembicaraan terkait hal itu. Nanti akan ada penandatanganan kerjasama antara Perumda dengan pemenang tender. Jadinya antar perusahaan,” katanya.

Dalam tahap pembangunan ini, diperlukan sekitar 50 kubik air per hari. Kebutuhan air diperkirakan akan lebih banyak pada saat PSEL Denpasar Raya beroperasional nantinya.

Menurut Putu Yasa, kebutuhan air akan dimulai saat pelaksanaan groundbreaking yang rencananya dilaksanakan 8 Juli 2026. Terkait dengan distribusi air ke lokasi pembangunan PSEL tersebut, PDAM Denpasar nantinya akan memanfaatkan pipa pengaliran menuju ke Pelabuhan Benoa.

Baca juga:  Buntut Belasan Siswa SMAN 1 Denpasar Terpapar COVID-19, 3T Diperluas ke Keluarga

“Sudah ada pipanya, kami tinggal konek saja. Tapi yang perlu kami pikirkan kan untuk yang tahap operasionalnya mereka nanti. Itu akan kami carikan sumber-sumber airnya,” paparnya.

Disisi lain, meski harus mensuplay kebutuhan air untuk pembangunan PSEL, Putu Yasa mengatakan, pelanggan tetap menjadi prioritas. PDAM Denpasar berencana akan melakukan penambahan pipa dari reservoir yang ada di Tukad Bilok. Reservoir ini dibangun oleh Dinas PU Provinsi melalui dana DAK. Terkait pemasangan pipa menuju ke Jalan By-pass Ngurah Rai ini akan dilaksanakan berbarengan dengan pengadaan pompa booster yang dilaksanakan oleh UPT PAM Provinsi Bali.

Baca juga:  Libur Galungan, Penyeberangan Sanur-Nusa Penida Tak Alami Lonjakan

“Pompa booster dipasang, kami juga akan memasang pipa kurang lebih 750 meter. Itu dilakukan tahun ini,” katanya. Pemasangan pipa ini dilakukan untuk mencegah gangguan pengaliran ke Serangan dan persiapan untuk PSEL. (Widiastuti/balipost)

 

BAGIKAN