Mantan Sekretaris Desa Serangan periode 2014–2019, I Nyoman Kemuantara memberikan keterangan soal sejarah pembebasan lahan Pulau Serangan hingga reklamasi yang dilakukan PT BTID di KEK Kura-Kura Bali di Pulau Serangan. dalam RDP Pansus TRAP bersama manajemen PT BTID, di Kantor DPRD Bali, Senin (11/5). (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pada Senin (11/5) sejumlah peristiwa terjadi. Dari warga Serangan minta reklamasi KEK Kura-kura dibatalkan hingga pelopor nasi jinggo, Men Djenggo dikremasi ala Hindu menjadi berita-berita yang menarik minat pembaca.

Bagi pembaca yang belum sempat membaca berita-berita ini, berikut cuplikan peristiwanya.

Tersedia juga link yang bisa diklik untuk membaca lebih detilnya.

Berikut lima berita yang menjadi atensi pembaca Balipost Online:

1. Ruang Laut Kian Habis, Warga Serangan Minta Reklamasi di KEK Kura-Kura Dibatalkan

DENPASAR, BALIPOST.com – Mantan Sekretaris Desa Serangan periode 2014–2019, I Nyoman Kemuantara, melontarkan kesaksian panjang terkait sejarah pembebasan lahan Pulau Serangan hingga reklamasi yang dilakukan PT Bali Turtle Island Development (BTID) di Kawasan Ekonomi khusus (KEK) Kura-Kura Bali di Pulau Serangan.

Kesaksian itu disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) Tim Pansus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali bersama manajemen PT BTID di Kantor DPRD Bali, Senin (11/5).

Baca juga:  Diduga Gangguan Jiwa, Pria 49 Tahun Gantung Diri

Baca selengkapnya di https://www.balipost.com/news/2026/05/11/549584/Ruang-Laut-Kian-Habis,Warga…html

2. Kembali Gelar RDP dengan BTID, Pansus TRAP Soroti Dugaan Maladministrasi dan Ancaman Ekologis di Tahura Ngurah Rai

DENPASAR, BALIPOST.com – Tim Pansus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) DPRD Provinsi Bali kembali memanggil manajemen PT Bali Turtle Island Development (BTID) dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Ruang Rapat Gabungan DPRD Bali, Senin (11/5). Pemanggilan ulang dilakukan untuk pendalaman materi terkait persoalan tukar guling lahan mangrove di kawasan Tahura Ngurah Rai yang selama ini menjadi sorotan publik.

RDP sebelumnya sempat digelar pekan lalu, namun dihentikan karena pihak manajemen PT BTID tidak hadir memenuhi undangan DPRD Bali.

Baca selengkapnya di https://www.balipost.com/news/2026/05/11/549559/Kembali-Gelar-RDP-dengan-BTID,Pansus…html

3. Cek Prakiraan Cuaca Bali Pada 11 Mei 2026

Baca juga:  Kecelakaan Rombongan Kasad di Papua, Jenazah Letda Cpm Kadek Suhardiyana Diserahkan ke Keluarga

DENPASAR, BALIPOST.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Bali pada Senin (11/5) adalah cerah berawan. Suhu tertinggi pada hari ini mencapai 33 derajat celcius.

Dalam peringatan dini hujan 3 harian yang diunggah di instagram BMKG Bali, pada Senin (11/5) pukul 08.00 WITA hingga Selasa (12/5) pukul 08.00 WITA tidak terdapat kabupaten/kota yang memperoleh peringatan level waspada hingga awas dengan kategori hujan sedang hingga sangat lebat.

Baca selengkapnya di https://www.balipost.com/news/2026/05/11/549486/Cek-Prakiraan-Cuaca-Bali-Pada…html

4. RDP Memanas, Pansus TRAP Ancam Rekomendasikan Penutupan Aktivitas BTID

DENPASAR, BALIPOST.com – Rapat Dengar Pendapat (RDP) Tim Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali dengan PT Bali Turtle Island Development (BTID) sempat memanas di ruang rapat DPRD Bali, Senin (11/5). Pansus secara terbuka mempertanyakan legalitas proses tukar-menukar kawasan hutan yang menjadi dasar pengelolaan lahan BTID di Pulau Serangan.

Baca juga:  IMI Bali Bertekad Kembalikan Region III

Bahasan rapat tertuju pada status tanah penukar kawasan hutan yang disebut tidak memiliki sertifikat. Pansus menilai kondisi itu mengindikasikan adanya lahan bermasalah atau “bodong”.

Baca selengkapnya di https://www.balipost.com/news/2026/05/11/549669/RDP-Memanas,Pansus-TRAP-Ancam…html

5. Pelopor Nasi Jinggo Berpulang di Usia 90 Tahun, Men Djenggo Dikremasi Secara Hindu

DENPASAR, BALIPOST.com – Berpulangnya tokoh kuliner Bali, Ni Ketut Ngasti atau Odah Djenggo atau Men Djenggo (90), tentu menimbulkan duka yang mendalam. Sang mendiang yang merupakan istri dari Buddy Alexie Bloem, pria keturunan Belanda dan Betawi ini, akan diupacarai secara Hindu, sesuai agama yang dianutnya.

Menurut penuturan putri bungsunya, Silvana Saloto Bloem atau Kadek Evi Dwipayani saat diwawancarai di kediamannya di Sesetan, Senin (11/6), ibundanya beragama Hindu meski sang ayah merupakan umat Katolik.

Baca selengkapnya di https://www.balipost.com/news/2026/05/11/549599/Pelopor-Nasi-Jinggo-Berpulang-di…html

BAGIKAN