Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta memimpin apel peringatan HUT Kota Bangli ke-822 di Alun-Alun Bangli pada Minggu (10/5). (BP/Ina)

 

BANGLI, BALIPOST.com – Puncak peringatan HUT Kota Bangli ke-822 berlangsung Apel di Alun-Alun Bangli pada Minggu (10/5). Mengangkat tema “Bhakti, Ratna, Radhaka”, puncak HUT Bangli dimeriahkan pementasan kolosal bertajuk “Tetenger Agung” yang dibawakan oleh ribuan siswa SD dan SMP sebagai representasi sejarah berdirinya Kota Bangli.

Pertunjukan ini merupakan gagasan langsung dari Bupati dan Wakil Bupati Bangli, yang dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli.

Tarian ini diangkat dari kisah Purana Pura Kehen, menceritakan sabda suci Ida Bhatara Guru Sri Aji Kunti Ketana di masa berdirinya Kota Bangli. Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, pertunjukan ini menjadi penegasan komitmen “Bangli Era Baru” yang tetap kokoh berpijak pada akar budaya dan kesucian alam warisan leluhur.

Baca juga:  Bupati Artha Ngaturang Bhakti pada Puncak Piodalan Pura Manik Mas Besakih

Sementara, apel Hut Kota Bangli dipimpin Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta berlangsung khidmat. Hadir jajaran pimpinan daerah, tokoh masyarakat serta pegawai di lingkungan Pemkab Bangli.

Tema “Bhakti, Ratna, Radhaka”, merupakan ungkapan sarat makna filosofis, dan menjadi pedoman utama langkah pembangunan ke depan. Tiga kata kunci tersebut memiliki arti mendalam. ‘Bhakti’ berarti pengabdian tulus kepada masyarakat dan daerah, ‘Ratna’ melambangkan nilai-nilai mulia yang dijaga layaknya permata kehidupan, dan ‘Radhaka’ bermakna ketulusan hati serta semangat mengabdi yang penuh cinta terhadap tanah kelahiran.

Sambutan tertulis Gubernur Bali yang dibacakan Bupati Sang Nyoman Sedana Arta menegaskan bahwa tema ini bukan sekadar seremonial, melainkan panggilan jiwa bagi seluruh elemen masyarakat.

Baca juga:  Kasus COVID-19 Baru Hanya 1 Digit, Korban Jiwa Kembali Dilaporkan Bali

“Tema ini mengajarkan kita bahwa pembangunan sejati harus dilandasi oleh dedikasi, kejujuran, dan semangat demi kesejahteraan bersama. Mari kita asah setiap tugas yang diamanahkan hingga berkilau layaknya permata,” ujar Bupati Sedana Arta mengutip pesan Gubernur Bali.

Disela rangkaian upacara, Bupati Sedana Arta secara simbolis menyerahkan bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat yang terdampak bencana di wilayah Kabupaten Bangli. Sebanyak 11 penerima mendapatkan bantuan tersebut, dengan rincian 4 penerima untuk perbaikan Pura, tempat suci, atau tempat ibadah, serta 7 penerima untuk perbaikan rumah warga. Penyerahan ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan dukungan.

Usai apel, dalam keterangan pers Bupati Sedana Arta menyampaikan, tahun ini seluruh rangkaian kegiatan diselenggarakan tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun sumbangan sukarela dari para pejabat daerah.

Baca juga:  Mengadu ke Dewan, Puluhan Mantan Karyawan Hardys Dikawal Ketat

“Biasanya kita melibatkan pejabat untuk menyumbang secara sukarela, tapi hari ini tidak. Semua didekatkan kepada keterlibatan mandiri komponen masyarakat dan swasta. Ini sesuai arahan Bapak Presiden dan Bapak Gubernur agar tidak menggelar seremonial besar-besaran menggunakan uang negara,” jelas Bupati Sedana Arta.

Meski diselenggarakan secara sederhana, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Hal ini terlihat dari deretan puluhan penjor berkualitas terbaik yang menghiasi sepanjang jalan utama kota. Rangkaian peringatan HUT Kota Bangli akan ditutup pada 17 Mei 2026 mendatang dengan panggung hiburan yang sepenuhnya menampilkan musisi dan seniman lokal Bali, tanpa mendatangkan artis dari luar daerah. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN