Sidak gabungan di Lapas Kelas IIB Singaraja. Sejumlah barang terlarang diamankan dari hunian para napi. (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Singaraja melakukan razia gabungan, pada Sabtu (10/5) malam. Dalam razia gabungan yang melibatkan aparat penegak hukum, petugas menemukan sejumlah barang terlarang di kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pelaksanaan Ikrar Bersama Bebas HALINAR (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba), yang dipusatkan di aula Lapas Kelas IIB Singaraja. Kegiatan itu dipimpin langsung Kepala Lapas Kelas IIB Singaraja, Iskandar Djamil, dan diikuti seluruh petugas serta perwakilan WBP.

Usai kegiatan Iskandar menegaskan komitmen jajarannya untuk mewujudkan Lapas Singaraja yang benar-benar bersih dari praktik HALINAR. Menurutnya, ikrar tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk keseriusan seluruh elemen di dalam lapas untuk memperkuat pengawasan. “Kami nyatakan perang terhadap HALINAR. Tidak ada toleransi untuk narkoba, handphone ilegal, maupun pungli di dalam lapas. Ini harus diwujudkan lewat pengawasan yang konsisten setiap hari,” tegasnya.

Baca juga:  Polri Ungkap Penjualan 'Pishing Tools', Korbannya Capai Puluhan Ribu Secara Global

Usai pelaksanaan ikrar, tim gabungan dari Lapas Singaraja bersama personel Polres Buleleng dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng langsung bergerak melakukan penggeledahan di seluruh blok hunian. Petugas menyisir setiap kamar, memeriksa barang-barang milik WBP, hingga area yang dinilai rawan menjadi tempat penyimpanan barang terlarang.

Dari hasil razia, petugas tidak menemukan narkoba maupun alat komunikasi ilegal. Namun, sejumlah barang yang dilarang berada di dalam kamar hunian berhasil diamankan. Barang-barang tersebut di antaranya cutter, alat cukur, korek api, sendok besi, hingga kartu domino. Seluruh barang temuan langsung diamankan untuk selanjutnya dimusnahkan sesuai prosedur.

Baca juga:  5 Berita Terpopuler: Dari Bangunan Lift Kaca di Pantai Kelingking Disegel hingga Badung Pinjam Rp2,8 Triliun

Selain razia, kegiatan juga diisi tes urine secara acak terhadap puluhan WBP dan petugas lapas. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta tes urine dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkotika.

Tim medis Lapas Singaraja juga melaksanakan pemeriksaan kesehatan dasar kepada para WBP sebagai langkah deteksi dini terhadap gangguan kesehatan. “ tim BNNK Buleleng yang memberikan edukasi mengenai dampak buruk narkoba bagi kesehatan, ancaman sanksi hukum, serta pentingnya peran aktif warga binaan menjaga lapas tetap bersih dari narkoba,” imbuhnya.

Baca juga:  Kunjungan Kapal Pesiar ke Celukan Bawang Melonjak 50 Persen

Iskandar menambahkan, razia serupa akan terus dilakukan secara berkala maupun insidentil. Menurutnya, sinergi dengan aparat penegak hukum dan BNNK menjadi kunci utama menjaga keamanan serta memastikan Lapas Singaraja menjadi tempat pembinaan yang aman dan kondusif. “Kami ingin memastikan Lapas Singaraja benar-benar zero HALINAR dan menjadi tempat pembinaan yang optimal bagi warga binaan,” tandasnya. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN