Suasana penyeberangan di dalam areal parkir dermaga Pelabuhan Gilimanuk, Selasa (10/3) pagi dipadati kendaraan barang menjelang pembatasan saat arus mudik mendatang. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Arus kendaraan keluar Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk, Selasa (10/3) pagi mulai dipadati khususnya kendaraan barang. Menjelang pembatasan angkutan barang yang melintas di jalan nasional Denpasar-Gilimanuk dan sejumlah ruas lainnya di Jawa dan Bali.

Antrean kendaraan barang untuk masuk ke dermaga sejak Senin (9/3) malam hingga Selasa (10/3) pagi terpantau penuh. Diperkirakan jumlah kendaraan barang akan bertambah dengan makin dekatnya pembatasan yang akan diberlakukan, Jumat, 13 Maret 2026.

Fendy (23) salah seorang sopir angkutan barang mengatakan sudah mengetahui mulai ada pembatasan kendaraan pada akhir pekan ini menjelang angkutan lebaran. Menurutnya lebih awal untuk kembali setelah mengantar barang ke wilayah Denpasar, agar tidak terjebak kemacetan.

Baca juga:  Elon Musk Hadiri Pengoperasian Starlink di Pustu 1 Dentim

Merujuk pada Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pengaturan lalu lintas jalan dan penyeberangan selama arus mudik dan arus balik Angkutan Lebaran 2026 dilakukan pembatasan kendaraan barang. Baik yang melintas jalan nasional (jalur angkutan lebaran) maupun di penyeberangan.

Pengawas Satuan Pelayanan (Wasatpel) UPPKB Cekik, I Made Ria Fran Darma Yuda mengatakan merujuk SKB tersebut, pembatasan kendaraan barang dimulai pada Jumat (13/2). Seperti tahun sebelumnya, kawasan penimbangan kendaraan ini akan digunakan untuk areal penampungan kendaraan barang ketika terjadi kepadatan di jalan menuju Pelabuhan Gilimanuk. Pihaknya juga telah mengimbau kendaraan barang selain angkut sembako untuk sementara tidak melintas saat angkutan lebaran.

Baca juga:  SIM Keliling di Bali 13 September 2025, Cek Lokasinya

Kendaraan barang yang dikecualikan masih bisa melintas seperti muatan sembako, BBM dan lainnya. Kendaraan itu wajib membawa surat keterangan serta menempelkan stiker di kaca depan. Saat arus mudik itu, prioritas yang melintas dan menyeberang adalah mobil dan sepeda motor.

Sementara itu, Manajer Operasional ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Didi Juliansyah, membenarkan sudah mulai ada peningkatan arus menyeberang ke Ketapang dari Pelabuhan Gilimanuk. “Didominasi kendaraan logistik, kemungkinan karena akan mulai diterapkan pembatasan kendaraan barang akhir pekan ini. Siang sudah mulai surut dan normal, kemarin malam sampai pagi kebanyakan kendaraan barang,” katanya.

Baca juga:  Penyumbang Terbanyak Sudah Bukan Tabanan, Tiga Kabupaten Nihil Tambahan Kasus COVID-19

Sebanyak 55 kapal disiapkan guna mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan dari Bali menuju Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk. Armada tersebut akan dioperasikan dengan beberapa pola operasional menyesuaikan kondisi kepadatan pemudik. “Nanti akan diterapkan pola normal, padat, hingga sangat padat. Penerapan pola tersebut akan melihat situasi jumlah pemudik yang datang ke pelabuhan. Sejauh ini masih normal,” katanya. (Surya Dharma/balipost)

 

BAGIKAN