Bupati Wayan Adi Arnawa menghadiri penandatanganan MoU antara Perumda Pasar dan Pangan MGS dengan BUMD Jakarta, serta meninjau mesin penggiling padi di Kantor Unit Pengelolaan Pangan Perumda Pasar dan Pangan MGS, Kamis (5/2). (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Kerja sama strategis yang digadang-gadang memperkuat ketahanan pangan justru belum menunjukkan hasil. Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) Badung belum berhasil menyalurkan beras ke Food Station Jakarta, meski MoU telah diteken sejak Februari lalu.

Direktur Utama Perumda MGS, Kompiang Gede Pasek Wedha, saat dikonfirmasi Senin (4/5), membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut distribusi beras saat ini masih bergantung pada pasar di luar kerja sama dengan Food Station. “Ke food station belum ada (serapan-red). Ini di luar food station,” ungkapnya.

Meski demikian, serapan pasar lokal terhadap beras produksi Perumda MGS mulai bergerak. Sejak pertengahan April, total penyerapan tercatat mencapai 45,9 ton. “Baru sekitar 45,9 ton dari target 200 ton/ bulan. Serapan ini dari beberapa pedagang di Badung,” katanya.

Baca juga:  Usai Habisi Russiani, Pelaku Pinjam Pisau Dagang Nasi Goreng untuk Bunuh Diri

Seperti diketahui, kerja sama antara Perumda MGS dan Food Station Tjipinang Jaya difokuskan pada penyediaan beras, pemanfaatan sarana produksi, hingga pengembangan bisnis pangan di Kabupaten Badung. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat rantai pasok pangan serta menjaga stabilitas harga di daerah.

Bupati Badung, Wayan Adi Arnawa, sebelumnya memberikan apresiasi terhadap langkah strategis tersebut. Ia menilai sinergi antarlembaga BUMD ini menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan pangan dan kesejahteraan petani lokal.

Baca juga:  GMF Bagikan Dividen 10 Juta Dolar

“Saya juga berharap ke depan Direktur Utama Perumda Pasar dapat berkolaborasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan untuk menyampaikan kepada para petani terkait produk-produk apa saja yang paling dibutuhkan di pasaran,” katanya.

Dengan begitu, kata dia di satu sisi Badung dapat menjaga ketersediaan pangan dalam rangka pengendalian inflasi daerah, dan di sisi lain Badung memastikan bahwa produk yang dihasilkan petani benar-benar diminati pasar. “Saya tentu sebagai KPM akan memberikan dukungan penuh, terlebih dalam rangka menjaga ketersediaan pangan,” ucapnya.

Sementara itu, Kompiang Gede Pasek Wedha menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah awal dalam membangun ketahanan pangan lintas daerah, bahkan nasional.

Baca juga:  Konsumen Diminta Waspadai Beras Oplosan

“Kami berkolaborasi sesama BUMD, khususnya BUMD pangan, untuk membangun ketahanan pangan, tidak hanya di Bali, tetapi ke depan juga di tingkat nasional. Perumda MGS memiliki RMU, sementara Food Station Tjipinang memiliki market di Bali. Akan sangat baik jika market tersebut dapat kita kolaborasikan. Harapannya, kita bisa sama-sama berkembang dan menguasai pasar di Bali. Kerja sama ini juga diharapkan tidak terbatas pada beras saja, mengingat Food Station juga memproduksi minyak, gula, dan saat ini telah memproduksi susu,” jelasnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN