
BANGLI, BALIPOST.com – Aset daerah berupa pabrik pengolahan kopi di Desa Mengani, Kintamani, yang telah lama tidak beroperasi, dipastikan akan segera aktif kembali. Kepastian itu menyusul telah adanya penyewa baru pabrik tersebut.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Bangli, I Wayan Sarma mengungkapkan bahwa proses penentuan penyewa dilakukan melalui mekanisme lelang yang kompetitif. Dari lima peminat awal, PT Bali Origin Experience akhirnya ditetapkan sebagai pemenang dengan nilai sewa mencapai Rp1 miliar lebih untuk masa kontrak lima tahun. Angka sewa tersebut jauh di atas nilai penilaian KPKNL yang sebesar Rp756 juta.
“Seluruh biaya sewa sudah dibayar penuh dan masuk ke kas daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD),” kata Sarma, usai penandatanganan sewa Selasa (28/4).
Dikatakan bahwa dalam perjanjian kerjasama tersebut, Pemkab Bangli memberikan syarat agar penyewa tetap pada jalur bisnis utama, yakni pengolahan kopi. Selain itu, penyewa diwajibkan untuk memberdayakan petani lokal di sekitar lokasi.
Sarma mengatakan bahwa dalam penyewaan pabrik tersebut, Pemkab Bangli tidak ada mengeluarkan dana untuk perbaikan aset. “Saat ini mereka sedang melakukan penataan pabrik dan lahan kebun,” tambahnya.
Beroperasinya kembali pabrik tersebut disambut baik masyarakat Mengani. Perbekel Mengani, I Ketut Armawan berharap kehadiran penyewa baru ini dapat membangun hubungan harmonis dengan masyarakat dan Subak setempat. Armawan menginginkan pabrik tersebut tidak hanya menjadi tempat bisnis, tetapi juga pusat edukasi.
Sementara itu, Komisaris PT Bali Origin Experience Made Bagus Yogi Lesmana, menyatakan aset pabrik itu akan difungsikan sebagai tempat pengolahan biji kopi dan produk turunannya. Pihaknya akan melakukan pengolahan kopi dengan mengambil bahan baku langsung dari hasil panen petani di Mengani dan sekitarnya. Pihaknya berkomitmen membawa kopi Arabika Kintamani lebih luas ke pasar dunia.
Yogi Lesmana mengakui bahwa pihaknya belum bisa melakukan produksi pada musim panen tahun ini. Mengingat kondisi bangunan yang perlu penataan. Pihaknya juga akan melakukan upgrade fasilitas agar sesuai standar internasional. “Semua mesin yang sudah berusia dan tidak produktif akan kami ganti,” jelasnya. (Dayu Swasrina/balipost)










