
DENPASAR, BALIPOST.com – Jumhur Hidayat dilantik menjadi Menteri Lingkungan Hidup (LH) dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup oleh Presiden RI, Prabowo Subianto pada Senin (27/4). Jumhur yang merupakan aktivis buruh ini pernah tinggal di Bali semasa kecilnya.
Ia diketahui pernah menempuh pendidikan di SMPN 1 Denpasar.
Kepala SMPN 1 Denpasar, Ni Wayan Raiyani saat dikonfirmasi, Selasa (28/4), mengakui bahwa Jumhur memang pernah bersekolah di sekolah itu. Ia pun mengatakan dilantiknya salah satu alumni SMPN 1 Denpasar menjadi menteri merupakan sebuah motivasi untuk anak didiknya saat ini.
Ia berharap siswa yang sedang menempuh pendidikan di SMPN 1 Denpasar bisa termotivasi untuk meraih cita-citanya. Dengan jabatannya sebagai Menteri LH, Jumhur Hidayat diharapkan mampu membuat program yang bisa menyentuh masyarakat, terutama untuk permasalahan sampah yang ada saat ini agar bisa segera teratasi. Terlebih di Denpasar sampah menjadi masalah yang sangat krusial.
Di lingkungan sekolah sendiri dia mengaku kesulitan dalam penanganan sampah. “Dalam hal ini kami cukup kesusahan untuk pemilahan dan penanganan sampah di lingkungan sekolah,” katanya.
Jumhur juga diharapkan bisa memberikan solusi terkait pengelolaan sampah di satuan pendidikan dan tercipta sinergi antara satuan pendidikan, Pemkot Denpasar, dan Kementerian LH dalam membangun sekolah bersih dan lestari.
Untuk diketahui, Jumhur Hidayat dilantik menjadi Menteri LH menggantikan Hanif Faisol Nurofiq yang kini menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan. Pria kelahiran Bandung ini sebelumnya dikenal sebagai aktivis yang kerap menyuarakan persoalan dari elemen buruh. (Widiastuti/balipost)










