Desa Adat Bebalang menggelar pementasan calonarang pada Kamis (23/4) malam. (BP/Istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Desa Adat Bebalang menggelar pementasan calonarang pada Kamis (23/4) malam. Pementasan mengangkat lakon “Rarung Dutha” ini dilaksanakan di Jaba Sisi Pura Puseh lan Bale Agung dalam rangkaian upacara Pujawali.

Bendesa Adat Bebalang I Nyoman Karsana menjelaskan bahwa pementasan ini merupakan tradisi rutin yang digelar setiap tiga tahun sekali. “Tujuannya untuk melestarikan budaya Bali, sekaligus memberikan hiburan bagi masyarakat,” jelasnya.

Baca juga:  Desa Adat Batu Dingding Garap Potensi Wisata Alam

Pementasan calonarang dimulai pada pukul 21.00 WITA hingga berakhir pukul 04.30 WITA. Pementasan ini melibatkan perpaduan seniman lokal Bangli dan seniman kenamaan asal Tabanan, Sengap CS.

Dalam pementasan tersebut, terdapat sejumlah prosesi sakral. Ida sesuhunan yang berstana di Pura Puseh lan Bale Agung, Ida Bhatara Ratu Ayu tedun diiringi masyarakat menuju kuburan/tunon untuk ngurip layon (prosesi menghidupkan jenazah yang diperankan oleh warga lokal) di area tunon.

Baca juga:  Desa Adat Jimbaran Gelar Upacara Melaspas Alit di Pura Muaya

Karsana mengatakan sejak tahun 2021, pementasan calonarang di Desa Adat Bebalang menggunakan janguari untuk penggotongan layon.

Animo masyarakat menyaksikan pementasan calonarang di Bebalang sangat tinggi. Karsana mengungkapkan penonton tidak hanya datang dari wilayah Bangli, tetapi juga meluber dari Sempidi (Badung) dan Gianyar. Ruas jalan dari Pura Puseh hingga area pemakaman dipadati warga yang ingin menyaksikan langsung jalannya seluruh rangkaian pementasan tersebut.

Baca juga:  Desa Adat Padangluwih Lestarikan Tradisi "Matimpugan Tipat Bantal"

Pementasan calonarang Rarung Dutha terlaksana berkat sinergi krama desa serta dukungan penuh dari para pemuda yang tergabung dalam Yowana Dharma Dutha Banjar Adat Bebalang. Melalui kegiatan ini, Nyoman Karsana berharap seni warisan leluhur tetap hidup di tengah perkembangan zaman. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN