
DENPASAR, BALIPOST.com – Untuk mendongkrak kunjungan wisatawan, Pulau Dewata kembali bersiap menyambut rangkaian event internasional sepanjang Mei 2026. Sebanyak empat festival unggulan yang masuk dalam Bali Calendar of Events (CoE) 2026 akan digelar, mencakup sektor olahraga, kuliner, pariwisata, hingga budaya tradisional.
Empat event tersebut yakni Batur Trail Run, Ubud Food Festival, Bali & Beyond Travel Fair, dan Gianyar Layang-Layang Festival.
Kepala Dinas Pariwisata Bali, I Wayan Sumarajaya, menegaskan bahwa keempat agenda ini menjadi bagian penting dalam memperkuat citra Bali sebagai destinasi pariwisata berkualitas.
“Event-event ini tidak hanya menonjolkan keindahan alam Bali, tetapi juga nilai budaya, spiritualitas, serta kearifan lokal yang menjadi daya tarik utama,” ujarnya, Senin (20/4).
Ia menambahkan, seluruh kegiatan didorong menerapkan prinsip pariwisata berkelanjutan, mulai dari ramah lingkungan, inklusif, hingga tetap menghormati adat dan tradisi setempat.
Menurut Sumarajaya, keberhasilan penyelenggaraan CoE tidak bisa dilakukan pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, desa adat, komunitas kreatif, akademisi, hingga peran media dalam promosi.
“Kolaborasi ini penting agar Bali Calendar of Event 2026 menjadi acuan bersama dalam perencanaan, promosi, dan pelaksanaan kegiatan pariwisata,” tegasnya.
Ada pun rangkaian event dimulai dengan Batur Trail Run Ultra pada 15–17 Mei 2026, yang menghadirkan tantangan lari lintas alam dengan konsep eco trail running di kawasan pegunungan Bali.
Selanjutnya, Ubud Food Festival digelar pada 29–31 Mei 2026 di kawasan Ubud, menampilkan kekayaan kuliner Nusantara dan internasional melalui demo masak, diskusi, hingga pasar kuliner.
Pada waktu yang hampir bersamaan, Bali & Beyond Travel Fair berlangsung 28–30 Mei 2026 di Nusa Dua, sebagai ajang promosi pariwisata terbesar di Indonesia yang mempertemukan pelaku industri global.
Sementara itu, Gianyar Layang-Layang Festival akan menghadirkan keindahan seni tradisional layang-layang khas Bali, lengkap dengan parade dan iringan musik tradisional yang melibatkan komunitas lokal.
Dengan beragam konsep yang ditawarkan, keempat festival ini diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang berkelanjutan. (Ketut Winata/balipost)










