
AMLAPURA, BALIPOST.com – Puri Agung Karangasem mengupacarai keris-keris pusaka peninggalan Kerajaan Karangasem serangkaian hari raya Tumpek Landep, pada Sabtu (18/4). Manggala Puri Agung Karangasem, Anak Agung Bagus Partha Wijaya mengungkapkan, selama ini keris pusaka peninggalan Kerajaan Karangasem tersebut dibawa oleh sepuluh keturunan sang raja.
Kemudian, setiap perayaan Tumpek Landep di-iring untuk diupacarai di Puri Agung. Untuk perayaan Tumpek Landep kali ini, dari sepuluh keris pusaka hanya delapan yang hadir untuk diupacarai, sedangkan dua keris tidak dihadirkan.
Partha Wijaya mengatakan, momentum Tumpek Landep tersebut juga sebagai ajang silaturahmi bagi seluruh keluarga besar Puri Agung Karangasem. Sejak pagi seluruh keturunan Kerajaan Karangasem berkumpul untuk melakukan persembahyangan.
“Tujuan dari dilaksanakannya perayaan Tumpek Landep adalah untuk memperingati turunnya manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa ke bumi sebagai upacara yadnya selamatan terhadap semua jenis alat atau senjata yang memiliki ketajaman. Serta memohon agar senjata atau alat tersebut tetap bertuah,” ujarnya.
Dia berharap, seluruh keris pusaka peninggalan Kerajaan Karangasem tersebut tetap bertuah sesuai dengan kemampuannya dulu meskipun saat ini telah dibawa oleh keturunannya secara turun temurun. “Melalui upacara Tumpek Landep ini, kita bisa menjadi manusia yang berdaya guna dan berhasil guna dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Agung Partha
Untuk diketahui, makna dari Tumpek Landep adalah untuk mengasah dan meningkatkan ketajaman pikiran serta memohon kekuatan lahir dan batin agar selamat dalam mengarungi kehidupan. Dengan demikian, diharapkan setiap umat Hindu yang melaksanakan upacara tersebut tidak menimbulkan masalah bagi kehidupan manusia dan alam. (Eka Parananda/balipost)










