Titho Andro Meda asal NTT ditahan di Mako Polsek Kuta terkait kasus pencurian. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pada Sabtu (11/4) sejumlah peristiwa terjadi. Dari satroni yayasan di Kuta, pria asal NTT ditangkap polisi hingga pembangunan tak terkendali, Bali bisa bernasib seperti Venesia menjadi berita-berita yang menarik minat pembaca.

Bagi pembaca yang belum sempat membaca berita-berita ini, berikut cuplikan peristiwanya. Tersedia juga link yang bisa diklik untuk membaca lebih detilnya.

Berikut lima berita yang menjadi atensi pembaca Balipost Online:

1. Satroni Yayasan di Kuta, Pria Asal NTT Ditangkap Polisi

MANGUPURA, BALIPOST.com – Yayasan Solefamily Bali di Jalan Merdeka Raya, Kuta, Badung, Senin (30/3), disatroni maling.

Uang dan laptop senilai Rp21 juta, hilang. Terkait kejadian ini, polisi menangkap pelaku yakni Titho Andro Meda (30) asal NTT di Jalan Sunset Road, Kuta, Jumat (10/4).

“Pengakuan pelaku uang tersebut habis dipakai trading (jual beli) mata uang digital dan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Gede Adi Saputra Jaya, Sabtu (11/4).

Baca juga:  Ini Jadwalnya! Cek Pemeliharaan Jaringan Listrik di Bali pada 25 September 2025

Baca selengkapnya di https://www.balipost.com/news/2026/04/11/541920/Satroni-Yayasan-di-Kuta,Pria…html

2. Ini, Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di ASEAN U-17 2026

JAKARTA, BALIPOST.com – Timnas U-17 Indonesia bersiap unjuk gigi di Kejuaraan ASEAN U-17 2026 yang akan digelar pada 11–24 April 2026.

Berstatus sebagai tuan rumah, Garuda Muda tergabung di Grup A bersama Timor Leste U-17, Malaysia U-17, dan Vietnam U-17.

Seluruh pertandingan fase grup Indonesia akan digelar pada pukul 19.30 WIB, dengan dua laga awal berlangsung di Stadion Gelora Joko Samudro dan satu laga penutup di Stadion Gelora Delta, dirilis dari Kantor Berita Antara.

Baca selengkapnya di https://www.balipost.com/news/2026/04/11/541967/Ini,Jadwal-Lengkap-Timnas-Indonesia…html

3. Perizinan Harus Jadi Instrumen Pengendalian Tata Ruang Bali, Pansus TRAP Ungkap Sejumlah Rekomendasi

Baca juga:  Masuki Masa Kampanye, Satpol PP Bali Minta Parpol Turunkan APS

DENPASAR, BALIPOST.com – Pansus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) DPRD Provinsi Bali menegaskan bahwa perizinan harus menjadi instrumen pengendalian tata ruang sejak awal (ex-ante control), bukan sekadar verifikasi dokumen atau output administrasi semata.

Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, Dr. (C) I Made Supartha, SH., MH di Denpasar, Sabtu (11/4) menyampaikan izin seharusnya menjadi alat seleksi legal terhadap pemanfaatan ruang, sehingga setiap kegiatan pembangunan benar-benar sesuai dengan rencana tata ruang dan daya dukung lingkungan Bali.

Baca selengkapnya di https://www.balipost.com/news/2026/04/11/542020/Perizinan-Harus-Jadi-Instrumen-Pengendalian…html

4. Investasi Masuk Bali Capai Ratusan Triliun Disorot, Pansus TRAP: Besarnya Angka Belum Diimbangi Penataan Ruang

DENPASAR, BALIPOST.com – Besarnya nilai investasi yang masuk ke Bali dalam beberapa tahun terakhir mendapat sorotan tajam dalam pembahasan tata ruang.

Wakil Sekretaris Pansus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali, Dr. Somvir, menilai pengelolaan yang belum optimal berdampak pada munculnya berbagai persoalan klasik seperti kemacetan dan ketidakteraturan pembangunan.

Baca juga:  Ditahan KPK, Azis Syamsuddin Mundur dari Jabatan Wakil Ketua DPR

Baca selengkapnya di https://www.balipost.com/news/2026/04/11/542017/Investasi-Masuk-Bali-Capai-Ratusan…html

5. Pembangunan Tak Terkendali, Bali Bisa Bernasib Seperti Venesia

DENPASAR, BALIPOST.com – Bali bisa mengalami krisis lingkungan serius bahkan bernasib seperti Venesia di Italia jika tata ruang tidak dikendalikan secara tegas dan pembangunan terus berjalan tanpa memperhitungkan daya dukung pulau kecil ini.
Peringatan tersebut disampaikan Anggota DPR RI Nyoman Parta dalam diskusi publik bertema “Siapa Mengendalikan Tata Ruang Bali: Pemerintah atau Investor?” di Denpasar, Sabtu (11/4).

Menurut Parta, banjir yang semakin sering terjadi di Bali merupakan sinyal kuat bahwa pulau ini sedang menghadapi tekanan lingkungan akibat pembangunan dan pariwisata global yang berlebihan.

Baca selengkapnya di https://www.balipost.com/news/2026/04/11/542028/Pembangunan-Tak-Terkendali,Bali-Bisa…html

BAGIKAN