Dinas Kebudayaan menggelar pameran lukisan tradisional di Gallery Monkey Forest, Ubud. (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Dalam rangka memeriahkan HUT ke-255 Kota Gianyar sekaligus Pekan Budaya Gianyar, Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Kebudayaan menggelar pameran lukisan tradisional di Gallery Monkey Forest, Ubud. Pameran yang dibuka Kamis (2/4) ini menjadi tonggak sejarah baru sebagai pameran lukisan tradisional pertama yang diselenggarakan langsung oleh Pemkab Gianyar.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, I Wayan Adi Parbawa, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari visi misi Bupati Gianyar dalam memprioritaskan pembangunan di bidang kebudayaan.

Baca juga:  Sial Interfood 2018 Diikuti 1.000 Peserta Mancanegara

Menurutnya, pelestarian seni dan adat adalah fondasi utama pembangunan daerah. “Pameran ini bukan sekadar ajang pamer karya, tapi upaya nyata melestarikan warisan leluhur yang kaya nilai filosofis dan spiritual. Kami ingin memberi ruang bagi seniman sekaligus mengedukasi generasi muda agar bangga terhadap seni tradisional,” ujar Adi Parbawa di sela acara.

Pameran kali ini mengusung tema “Gianyar Bhuwana Sumedhya Nityan Rahayu”, yang berarti Gianyar yang terus berkembang dalam kesejahteraan dan kelestarian.

Baca juga:  Jembatan Lapuk, Petani Tewas Terjatuh ke Jurang

Kurator pameran, Prof. Dr. I Wayan Suardana, menjelaskan bahwa tema ini merepresentasikan seni lukis Gianyar bukan sebagai sesuatu yang meninggalkan masa lalu, melainkan proses merawat dan meneruskan. Ia menekankan bahwa seni lukis di Gianyar berfungsi sebagai “arsip hidup” yang merekam keseimbangan antara perubahan zaman dan kontinuitas tradisi.

Antusiasme seniman dalam ajang perdana ini tergolong tinggi. Tercatat sebanyak 92 pelukis mendaftarkan diri untuk berpartisipasi. Namun, setelah melalui proses seleksi ketat oleh tim kurator, terpilih 70 peserta yang berhak menampilkan karyanya.

Baca juga:  Bupati Suwirta Ajak Koperasi Sejahterakan Masyarakat

Ke-70 pelukis tersebut mewakili 7 kecamatan yang ada di Kabupaten Gianyar. Jumlah keterwakilan setiap kecamatan bervariasi, tergantung pada hasil penilaian kualitas dan kriteria yang ditetapkan oleh tim kurator.

Adi Parbawa berharap pameran ini tidak hanya mempererat silaturahmi antar-seniman, tetapi juga mampu memicu peluang ekonomi kreatif yang lebih luas bagi masyarakat Gianyar sebagai pusat seni di Bali.(Wirnaya/balipost)

 

BAGIKAN