Menpar Widiyanti Putri Wardhana saat menghadiri pameran tunggal Rektor ISI Bali, Prof. Wayan Kun Adnyana, di Panggung Terbuka Nretya Mandala ISI Bali, Rabu (25/3) sore. (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana menghadiri pameran tunggal Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Prof. Wayan Kun Adnyana, di Panggung Terbuka Nretya Mandala ISI Bali, Rabu (25/3) sore. Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari pembukaan agenda seni akademik Kalangan Widya Mahardika V.

Dalam kunjungannya, Menpar meninjau langsung pameran retrospektif bertajuk “Parama Paraga” yang menampilkan perjalanan artistik panjang Prof. Kun Adnyana. Selain itu, ia juga menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara ISI Bali dengan Politeknik Pariwisata Bali terkait penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Baca juga:  Tiga Hari Tak Keluar Kamar, WN Amerika Ditemukan Meninggal Dunia

Tak hanya meninjau, Menpar juga memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Kalangan Widya Mahardika V, yang menjadi ruang ekspresi bagi sivitas akademika dalam memamerkan karya seni mutakhir.

Prof. Kun Adnyana menjelaskan bahwa pameran Parama Paraga merupakan refleksi perjalanan kreatif lebih dari dua dekade. Ia memaknai “Parama Paraga” sebagai proses keseriusan mendalam dalam berkarya, mulai dari eksplorasi tubuh hingga transformasi menuju bentuk abstrak.

Baca juga:  Mulai 2027, Pecalang di Bali Bakal Terima Insentif

“Ini adalah proses panjang, lebih dari 20 tahun, dari eksplorasi tubuh hingga menjadi komposisi warna yang murni, dengan garis sebagai basis utama,” ungkapnya saat diwawancara dilokasi.

Ia menambahkan, pameran ini juga menjadi bagian dari perhelatan Kalangan Widya Mahardika yang mengusung tema “Kirtya Jnana Kawiya”, yang dimaknai sebagai upaya memulihkan pengetahuan luhur melalui kesungguhan proses berkesenian.

Sebanyak 88 karya ditampilkan dalam pameran ini, yang telah melalui kurasi oleh kurator internasional dan nasional. Pameran akan berlangsung lebih dari satu bulan hingga awal Mei mendatang.

Baca juga:  Cegah Hoax, Tiap TPS Wajib Buat Video Testimoni Saksi dan Pengawas

Menurut mantan Kepala Dinas Kebudayaan Bali ini, kegiatan ini bukan sekadar pameran, tetapi juga menjadi “pesta seni akademika” yang mendorong dosen dan mahasiswa untuk berani tampil di panggung global.

“Pariwisata berbasis budaya adalah fondasi penting dalam memajukan seni dan budaya Bali. Karena itu, kami menghadirkan Ibu Menteri Pariwisata sebagai bagian dari sinergi antara dunia seni dan pariwisata,” tegasnya. (Winata/balipost)

 

BAGIKAN