
GIANYAR, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar mulai menyusun langkah mitigasi guna merespons dinamika global terkait isu kenaikan dan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Salah satu opsi strategis yang disiapkan adalah penerapan kebijakan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah selama satu hari dalam sepekan bagi aparatur pemerintah.
Bupati Gianyar, Made Mahayastra usai mengikuti Sidang Paripurna DPRD Gianyar, Senin (30/3), menegaskan, langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi dini agar pergerakan ekonomi tetap terjaga di tengah fluktuasi sektor energi yang vital. Meski saat ini kondisi di Gianyar dinilai masih terkendali, skema WFH dianggap sebagai solusi rasional untuk menekan konsumsi BBM.
“Walaupun belum berjalan di Gianyar, kita siapkan antisipasi, salah satunya WFH sehari dalam seminggu. Harinya nanti ditentukan sesuai kondisi,” ujarnya.
Selain menyiapkan skema kerja fleksibel, Pemerintah Kabupaten Gianyar meminta masyarakat agar tidak menyikapi isu BBM secara berlebihan, terutama terkait perilaku belanja yang tidak terukur (panic buying).
Bupati Gianyar menekankan bahwa stok kebutuhan pokok dan energi sejatinya mencukupi jika didistribusikan secara normal. “Jangan terlalu panic buying. Kalau belanja sesuai kebutuhan, semuanya cukup. Tapi kalau berlebihan, akhirnya jadi tidak terukur. Seperti sembako, kalau ditimbun, pasti ada yang tidak kebagian,” tegasnya.
Terkait jalur distribusi, Bupati optimistis kondisi Bali sebagai pulau kecil memberikan keunggulan dalam pengawasan logistik. Meskipun pasokan BBM bergantung pada kiriman dari luar daerah seperti Banyuwangi, Jawa Timur, koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan.
“Kalau dalam lingkaran kita, di pulau kecil ini, distribusi makanan pokok dan kebutuhan lainnya sebenarnya tidak masalah. Yang datang dari luar memang BBM, tapi bukan berarti kita harus panik,” imbuhnya.
Saat ini, Pemerintah Daerah Gianyar terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan bijak dalam menggunakan energi serta berbelanja kebutuhan pokok agar keseimbangan pasar tetap terjaga. (Wirnaya/balipost)










