
MANGUPURA, BALIPOST.com – Terkait adanya penyesuaian harga elpiji nonsubsidi oleh Pertamina, Polres Badung meningkatkan pengawasan guna mencegah potensi penyalahgunaan seperti pengoplosan gas. Upaya yang dilakukan antara lain dengan mengintensifkan patroli dan sidak ke agen maupun pangkalan, serta berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Disperindag dan pihak Pertamina.
“Selain itu kami juga mengedukasi masyarakat dan pelaku usaha agar tidak melakukan praktik ilegal yang dapat membahayakan keselamatan. Untuk jumlah agen elpiji di wilayah hukum Polres Badung, sampai ini ada beberapa agen yang tersebar dan seluruhnya dalam pengawasan bersama lintas instansi,” ujar PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Rabu (22/4).
Di tempat terpisah, Kapolsek Denpasar Timur (Dentim) Kompol Ketut Tomiyasa menjelaskan untuk mengantisipasi penyimpanan terkait penyesuaian harga BBM, pihaknya melakukan sambang dan pemantauan di sejumlah SPBU.
“Maksud dan tujuan untuk menciptakan situasi aman serta nyaman bagi masyarakat yang sedang mengisi BBM. Selain itu kami juga memantau stok dan proses distribusi BBM agar berjalan lancar serta mencegah antrean panjang yang mengganggu kenyamanan konsumen,” tegasnya.
SPBU yang disambangi pada Rabu (22/4), yakni di Jalan Hayam Wuruk, Jalan Raya Puputan Timur, Jalan Bypass IB Mantra, Jalan Cok Agung Tresna. Menurut Kompol Tomiyasa pada masing-masing SPBU tersebut masih tersedia stok dan untuk antrean berjalan normal.
“Berdasarkan pantaun anggota kami di lapangan situasi SPBU di Kecamatan Dentim sampai saat ini masih aman dan kondusif. Anggota kami terus memantau di lapangan, tidak ada antrean yang menimbulkan kemacetan alias normal. Hasil koordinasi denga. pihak pengelola terkait stok BBM masih aman dan normal.(Kerta Negara/balipost)










