
GIANYAR, BALIPOST.com – Guna memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Ubud melakukan pengamanan ketat terhadap aktivitas pengumuman kelulusan siswa tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Langkah antisipatif ini salah satunya dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Singakerta, Aiptu I Made Widastra, di SMP Negeri 2 Ubud, Desa Singakerta, Kecamatan Ubud, Selasa (2/6).
Berdasarkan pantauan di lapangan, pengumuman kelulusan yang dimulai pukul 10.00 WITA tersebut diikuti oleh 280 orang siswa kelas IX, yang terdiri dari 141 laki-laki dan 139 perempuan. Berkat kerja keras seluruh pihak, seluruh siswa di sekolah tersebut dinyatakan lulus 100%.
Acara kelulusan yang mengusung tema “Nandurin Karang Awak” ini dipimpin oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Ubud, I Wayan Sudilah, S.Pd, M.AP. selaku penanggung jawab kegiatan. Seusai pengumuman, Aiptu I Made Widastra langsung memberikan edukasi dan imbauan kepada para siswa agar langsung kembali ke rumah masing-masing dengan tertib.
”Setelah acara pengumuman, kami mengimbau agar ketika siswa-siswi pulang dari kegiatan ini tidak ada yang melaksanakan konvoi kendaraan, ugal-ugalan di jalan, dan kami ingatkan juga bahwa para siswa ini belum memiliki SIM karena belum cukup umur,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolsek Ubud, Komisaris Polisi I Wayan Putra Antara, S.Pd., M.H., menegaskan bahwa kehadiran personel Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan dan rasa aman di setiap kegiatan desa binaan. Pengamanan ini sengaja difokuskan untuk mengantisipasi potensi kerawanan ego sektoral atau euforia berlebih dari para remaja pascakelulusan.
”Ini kami lakukan untuk mengantisipasi kerawanan yang akan terjadi pascaacara kelulusan, mencegah dan mengantisipasi terjadinya aksi corat-coret seragam serta konvoi ugal-ugalan di jalan raya yang dilakukan oleh mereka yang merayakan kelulusan,” ujar Kompol Putra Antara.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa upaya preventif ini sudah berjalan sejak pagi hari sebelum pengumuman dimulai. Pihak kepolisian bersinergi dengan pihak sekolah pendamping untuk memberikan pendekatan persuasif.
”Bhabinkamtibmas telah menyampaikan imbauan secara langsung didampingi pihak sekolah supaya mereka tidak melakukan konvoi guna mencegah terjadinya aksi negatif lainnya, seperti pesta miras saat euforia mengekspresikan kelulusan di jalan raya,” pungkasnya. (Wirnaya/balipost)










