Kepala Dinas Kesehatan Badung, dr. Made Padma Puspita. (BP/par)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Mengantisipasi potensi penyebaran hantavirus, Dinas Kesehatan (Dinkes)  Kabupaten Badung mengintensifkan langkah antisipasi terhadap potensi penyebaran hantavirus dengan menggencarkan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Upaya ini dilakukan secara aktif melalui fasilitas kesehatan serta kegiatan edukasi langsung ke masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Badung, dr. Made Padma Puspita saat dihubungi Senin (18/5) menegaskan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti imbauan dari Kementerian Kesehatan dengan melakukan sosialisasi menyeluruh ke seluruh fasilitas layanan kesehatan. Edukasi kepada masyarakat juga terus diperkuat sebagai bentuk pencegahan dini.

Baca juga:  Pecah Rekor Lagi!! Tambahan Kasus COVID-19 Nasional Lebih Banyak dari Sehari Sebelumnya

“Kami dari Dinkes Badung tentunya sosialisasi ke fasilitas kesehatan dan menjalankan imbauan Kemenkes,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, langkah antisipasi tidak hanya difokuskan pada hantavirus semata, tetapi juga mencakup berbagai penyakit menular lainnya. Menurutnya, pendekatan preventif melalui edukasi PHBS menjadi strategi paling efektif dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan diri.

“Terkait kemasyarakatan tidak hanya antisipasi hantavirus tapi penyakit yang lain, tentunya upaya preventif dan sosialisasi PHBS terus digencarkan,” ujarnya.

Baca juga:  Anak di Bawah Umur Jambret Kalung Emas WNA, Uangnya Dipakai Beli Motor

Sebagai bentuk konkret, Dinkes Badung rutin menggelar kegiatan promosi kesehatan melalui berbagai program layanan di tingkat masyarakat. Kegiatan tersebut dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan pesan-pesan kesehatan tersampaikan secara luas dan konsisten.

Sosialisasi dilakukan melalui Posyandu, Puskesmas keliling, hingga pelayanan langsung di masing-masing Puskesmas. Pola ini dinilai efektif untuk menjangkau masyarakat hingga ke tingkat bawah sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi penyebaran penyakit.

Baca juga:  Pelaksana PPKM Mikro Diminta Perhatikan Limbah Masker Sekali Pakai

“Mengenai jadwal kembali ke Puskesmas masing-masing atau kegiatan upaya sosialisasi kesehatannya, kami rasa cukup sering ya kegiatan-kegiatan di Posyandu, Puskesmas keliling dan lainnya,” katanya.

Dengan penguatan langkah antisipasi ini, Padma berharap masyarakat semakin waspada dan mampu menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari guna menekan risiko penyebaran hantavirus maupun penyakit menular lainnya.(Parwata/balipost)

BAGIKAN