Sejumlah penumpang menunggu kedatangan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) pada arus mudik Idulfitri di Terminal Tipe A Mengwi, Badung, Bali, Senin (16/3/2026). (BP/Antara)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Arus balik usai Hari Raya Idulfitri mulai terasa di Terminal Tipe A Mengwi sejak 23 Maret 2026. Lonjakan penumpang yang datang dari Pulau Jawa menunjukkan tren peningkatan signifikan dan diperkirakan terus berlanjut hingga puncaknya pada 26 Maret 2026.

Petugas Posko Terminal Tipe A Mengwi, Sayu Made Intan saat dikonfirmasi Selasa (24/3) mengungkapkan pergerakan arus balik mulai terlihat sejak dini hari. “Arus baliknya per kemarin di tanggal 23 Maret 2026 sudah ada peningkatan dari luar Bali. Itu kalau tanggal 23 Maret itu dari jam 00 dini hari sampai jam 12, sampai satu hari terpantau jumlah penumpangnya yang datang itu 1.613 orang,” ujarnya.

Baca juga:  Seluruh Pedagang Terminal Direlokasi, Pedagang di Jalan Rijasa Masih Bertahan

Jumlah tersebut berasal dari 69 bus yang tiba dalam kurun waktu satu hari. Angka ini menjadi indikator awal meningkatnya mobilitas masyarakat setelah merayakan Lebaran di kampung halaman.

Peningkatan kembali terjadi pada 24 Maret 2026. Hingga pukul 11.00 WITA, tercatat sebanyak 1.796 penumpang tiba di terminal dengan jumlah bus yang sama, yakni 69 unit. Lonjakan ini terbilang signifikan dibandingkan hari biasa yang rata-rata hanya melayani sekitar 700 penumpang per hari.

Baca juga:  Penelusuran Kontak Kasus di Jawa dan Bali Perlu Dipercepat, Cuma DKI Jakarta Capai Target Harian

“Biasanya yang dominan itu Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kalau Jawanya dari Jakarta juga ada,” ungkapnya.

Secara kumulatif, kenaikan jumlah penumpang selama dua hari arus balik ini mencapai 11,35 persen. Tren ini diperkirakan terus meningkat menjelang puncak arus balik pada 26 Maret 2026.

“Kira-kira diperkirakan arus puncak balik di tanggal 26. Diperkirakan akan ada lonjakan-lonjakan lagi,” paparnya.

Intan juga memastikan, sebagian besar penumpang yang tiba di Terminal Mengwi memilih menetap di Bali. Hanya sebagian kecil yang melanjutkan perjalanan ke wilayah lain seperti Lombok.

Untuk mengantisipasi lonjakan, pihak terminal telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Mulai dari pendirian posko terpadu, penambahan jalur bus di area kedatangan dan keberangkatan, hingga penyediaan ruang tunggu alternatif.

Baca juga:  Jumlah Penumpang Angkutan Udara Domestik Menurun di Desember 2022

“Kalau dari terminal sendiri kami sudah mendirikan posko untuk pemantauan arus baliknya. Untuk ruang tunggu juga sudah kami siapkan sekaligus ruang tunggu alternatif ada di lobby depan terminal untuk menjaga-jaga nanti ada lonjakan penumpang,” imbuhnya.

Dengan berbagai persiapan tersebut, Intan berharap arus balik Lebaran tahun ini dapat berjalan lancar dan tetap memberikan kenyamanan bagi para penumpang yang kembali ke Bali.(Parwata/balipost)

BAGIKAN