
MANGUPURA, BALIPOST.com – Arus balik Lebaran diprediksi dalam dua tahap. Yakni, 24–25 Maret sebagai tahap awal dan 27–28 Maret sebagai tahap puncak.
Oleh karena itu Polda Bali melakukan penggelaran personel, termasuk di beberapa titik yang akan dilakukan rekayasa tersebut. Hal ini disampaikan Karoops Polda Bali Kombes Pol. Soelistijono, Selasa (24/3).
Kombes Soelistijono memprediksi potensi penumpukan tidak sebesar saat arus mudik. Pasalnya kepadatan justru lebih berpotensi terjadi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur.
“Koordinasi antara ASDP Gilimanuk dan Ketapang terus kami lakukan. Apabila terjadi kepadatan di Ketapang, kami segera melakukan langkah antisipasi di wilayah Bali, termasuk penggelaran personel di titik rawan,” tegasnya.
Soelistijono mengatakan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah skenario. Mulai dari pemetaan titik simpul kemacetan dari Gilimanuk menuju Tabanan hingga Buleleng. Termasuk menyiapkan sarana pendukung seperti mobil derek, ambulans, dan pemadam kebakaran.
“Ada beberapa upaya yang kami lakukan. Dari sekarang kami sudah mempersiapkan antisipasi kepadatan kendaraan,” ujarnya.
Karoops juga mengungkapkan kondisi arus mudik sebelumnya terjadi penumpukan atau antrean kendaraan cukup panjang hingga sekitar 30 kilometer. Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi dengan pihak ASDP. Salah satu rekomendasi utama yaitu perlu penambahan kapal berukuran besar dengan kapasitas angkut kendaraan lebih banyak untuk mempercepat proses penyeberangan.
“Untuk tahun depan, tadi juga masukkan dari Bapak Kapolri, paling tidak ada penambahan kapal besar sehingga bisa memuat kendaraan kapasitas yang mencukupi,” tutupnya. (Kerta Negara/balipost)










