
MANGUPURA, BALIPOST.com – Arus penumpang terus di gerbang utama Bali menunjukkan lonjakan. Dalam tiga bulan pertama 2026, jutaan penumpang keluar masuk melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, menandai geliat pariwisata yang kian pulih dan dinamis.
Sepanjang 1 Januari hingga 31 Maret 2026, total perlintasan keimigrasian mencapai 3,4 juta orang atau meningkat 1,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year).
Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, menegaskan peningkatan ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat dan wisatawan yang keluar masuk Bali. Dari total tersebut, kedatangan mencapai 1,6 juta orang atau tumbuh 2,9 persen (yoy).
“Kedatangan WNI tercatat 157.153 orang atau meningkat signifikan 25 persen (yoy), sementara WNA mencapai 1,4 juta orang atau naik 1 persen (yoy). Kedatangan kru juga meningkat menjadi 51.964 orang atau naik 5,6 persen (yoy),” ungkap Bugie Kurniawan pada Rabu (8/4)
Sementara itu, keberangkatan tercatat sebanyak 1,7 juta orang atau meningkat 0,8 persen (yoy). Keberangkatan WNI mencapai 137.116 orang atau naik 6,3 persen (yoy), sedangkan WNA sebanyak 1,5 juta orang atau naik 0,2 persen (yoy). Untuk kru, keberangkatan tercatat 52.782 orang atau meningkat 4 persen (yoy).
“Dalam aspek pengawasan, Imigrasi Ngurah Rai menolak masuk 233 WNA dan menunda keberangkatan 105 orang sepanjang periode tersebut,” jelasnya.
Disebutkan, sepuluh besar negara asal kedatangan WNA masih didominasi Australia dengan 363.582 orang, diikuti Tiongkok 164.594, India 121.390, Korea Selatan 73.711, Rusia 67.454, Britania Raya 62.764, Amerika Serikat 56.866, Jepang 46.971, Malaysia 46.602, dan Prancis 38.892.
Di sektor pelayanan dokumen perjalanan, penerbitan paspor mencapai 6.478 dokumen atau turun 24 persen (yoy). Rinciannya, paspor baru sebanyak 3.280 atau turun 27 persen (yoy), dan paspor penggantian 3.198 atau turun 21 persen (yoy). Hingga Maret 2026, sebanyak 117 permohonan paspor ditolak. Seluruh layanan juga telah menerapkan 100 persen paspor elektronik sejak 1 Desember 2024.
Pada layanan izin tinggal, sejumlah kategori mengalami lonjakan signifikan. Perpanjangan izin tinggal kunjungan mencapai 3.251 atau naik 30 persen (yoy). Perpanjangan Visa on Arrival (VOA) bahkan melonjak 169 persen menjadi 16.303. Selain itu, alih status ITK ke ITAS mencapai 919 atau naik 151 persen (yoy).
Meski demikian, beberapa layanan mengalami penurunan, seperti penerbitan ITAS, alih status ITAS ke ITAP, hingga Exit Permit Only (EPO) yang turun hingga 62 persen (yoy).
Pengawasan dan penegakan hukum juga diperkuat. Tercatat 66 deportasi, 49 detensi, dan 64 penangkalan. Selain itu, dilakukan 85 kegiatan pengawasan serta 20 sosialisasi TIMPORA/APOA. Pelanggaran didominasi kasus overstay (46 kasus) dan pelanggaran aturan (43 kasus), dengan pelanggar terbanyak berasal dari Amerika Serikat, India, dan Nigeria.
“Dari sisi PNBP, realisasi hingga Maret 2026 mencapai Rp274,3 miliar atau 17,08 persen dari target Rp1,6 triliun. Pendapatan terbesar berasal dari visa sebesar Rp210 miliar,” katanya.
Dalam pelayanan publik, interaksi masyarakat didominasi WhatsApp sebanyak 3.547 layanan, diikuti Instagram, email, hingga TikTok. “Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan keimigrasian demi kenyamanan dan keamanan seluruh masyarakat serta wisatawan,” pungkasnya. (Parwata/balipost)










