Salah satu fasilitas publik yakni jalan yang rusak. Pemerintah mesti berkomitmen memperbaiki jalan rusak yang juga menjadi sorotan wisatawan yang berlibur ke Bali. (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Gianyar menginformasikan adanya tren penurunan tingkat hunian kamar (okupansi) hotel di wilayah Gianyar selama periode low season tahun ini. Di tengah penurunan hunian hotel  diperkirakan mencapai 5% hingga 10% dibandingkan periode sebelumnya, pemerintah mesti berkomitmen memperbaiki fasilitas publik yang juga menjadi sorotan wisatawan yang berlibur ke Bali.

Ketua PHRI Gianyar, Gede Paskara Karilo, Senin (23/3) mengungkapkan rata-rata okupansi hotel di Gianyar saat ini berada di bawah angka 50%. Kondisi ini disinyalir merupakan dampak dari ketidakpastian situasi global akibat konflik internasional Perang di Timur Tengah yang belum mereda.

Baca juga:  Gudang Barang Kantor Dinas Pertanian Gianyar Terbakar

“Banyak wisatawan yang masih menunggu perkembangan situasi dunia. Ada kekhawatiran terkait potensi kenaikan harga BBM global yang nantinya akan berpengaruh pada kenaikan harga kebutuhan pokok,” ujar Paskara Karilo.

Selain faktor eksternal, PHRI Gianyar menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menjaga kenyamanan wisatawan melalui pembenahan infrastruktur. Paskara berharap pemerintah daerah dapat bergerak cepat merespons keluhan-keluhan yang kerap viral di media sosial.

Beberapa poin krusial yang menjadi sorotan antara lain perbaikan kondisi jalan yang mengalami kerusakan di sejumlah titik. Peningkatan fasilitas pedestrian atau trotoar agar lebih memadai bagi wisatawan. “Optimalisasi pengelolaan sampah yang dinilai belum maksimal di kawasan pariwisata,” jelas Gede Paskara Karilo. ((Wirnaya/balipost)

Baca juga:  Gubernur Koster Wakili Keluarga Bung Karno Terima Penghargaan Outstanding Lifetime Achievement Award untuk Ir. Soekarno

 

BAGIKAN