
DENPASAR, BALIPOST.com – Proses seleksi pimpinan PT Pusat Kebudayaan Bali (Perseroda) memasuki fase penentuan. Delapan kandidat lolos uji kelayakan dan kepatutan (UKK) kini melangkah ke tahapan wawancara final dengan Gubernur Bali, Wayan Koster, yang menjadi penentu akhir dalam proses tersebut.
Tahapan ini merupakan lanjutan dari rangkaian seleksi yang dilaksanakan Panitia Seleksi (Pansel). Berdasarkan surat pengumuman Pansel Nomor 15/PANSEL/PKB/2026 tertanggal 9 Maret 2026, para kandidat yang lolos UKK berasal dari dua posisi strategis, yakni bakal calon anggota komisaris dan direksi.
Pada posisi bakal calon anggota direksi terdapat lima kandidat yang melaju ke tahap akhir. Peraih 3 besar adalah I Putu Hendika Permana mencatat nilai tertinggi dengan skor 8,72, Putu Andi Yuda Prayoga dengan nilai 8,65, dan I Made Joni Abdi Wiranata dengan skor 7,85. Sementara di posisi keempat adalah Ida Bagus Indra Prayoga dengan nilai 7,82 dan I Gusti Agung Putra Wijaya dengan skor 7,81.
Untuk posisi bakal calon anggota komisaris, tiga nama dinyatakan lolos dengan nilai tertinggi diraih Made Arca Erawan dengan skor 8,84. Posisi berikutnya ditempati I Nyoman Prabu Bijana Rumirtha dengan nilai 8,13, disusul I Made Sudarma yang memperoleh skor 7,14.
Ketua Panitia Seleksi, I Wayan Serinah, menjelaskan bahwa seluruh nilai tersebut merupakan hasil akumulasi dari beberapa tahapan seleksi, mulai dari ujian tertulis, presentasi makalah, hingga wawancara dalam proses UKK.
“Yang menentukan adalah wawancara akhir oleh Gubernur selaku pemegang saham mayoritas. Tim pansel hanya menyampaikan hasil UKK sesuai Permendagri Nomor 37 Tahun 2018,” ujarnya, Kamis (12/3).
Ia menambahkan, wawancara akhir dengan Gubernur Bali dijadwalkan berlangsung pada 9–12 Maret 2026 dengan waktu yang menyesuaikan agenda. Hasil akhir seleksi direncanakan diumumkan pada 12 Maret 2026 melalui situs resmi Pemerintah Provinsi Bali serta papan pengumuman di Kantor Gubernur Bali.
Serinah juga menegaskan jadwal tahapan seleksi dapat berubah sewaktu-waktu dan akan diinformasikan langsung kepada para peserta.
Proses seleksi ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Bali untuk memperkuat tata kelola perusahaan daerah sekaligus memastikan kepemimpinan yang kompeten di PT Pusat Kebudayaan Bali (Perseroda), yang diharapkan berperan penting dalam pengembangan dan pengelolaan pusat kebudayaan Bali ke depan.
“Yang terpilih nantinya akan disampaikan oleh PSM kepada RUPS sebagai keputusan tertinggi Perseroda,” tandasnya. (Ketut Winata/balipost)









