Petugas damkar membekali pacalang desa adat dengan keterampilan penanggulangan kebakaran. (BP/istimewa)

​GIANYAR, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Pemadam Kebakaran, dan Penyelamatan secara masif membekali pacalang desa adat dengan keterampilan penanggulangan kebakaran. Langkah ini diambil sebagai upaya deteksi dini dan proteksi kawasan vital, terutama pura, dari ancaman si jago merah.

​Kasatpol PP, Damkar, dan Penyelamatan Kabupaten Gianyar, Putu Yudanegara, Senin (9/3), mengungkapkan bahwa pelatihan tahap pertama telah sukses menyasar seluruh kecamatan di Kabupaten Gianyar. Program ini merupakan instruksi langsung dari Sekda Gianyar untuk memastikan setiap desa adat memiliki sumber daya manusia yang siap siaga.

Baca juga:  Zona APK Belum Disahkan KPU, Alat Peraga Kampanye Diturunkan Paksa

​Rangkaian pelatihan intensif ini dimulai sejak 18 Februari dan berakhir pada 2 Maret 2026. Salah satu momen krusial terjadi pada 25 Februari lalu, di mana perwakilan pacalang dari Kecamatan Sukawati mengikuti pelatihan di kantor camat setempat.

​”Kami melihat urgensi pelatihan ini sangat tinggi. Terbukti, pacalang yang pertama kali melihat api di lapangan adalah mereka yang baru saja mengikuti pelatihan pada 25 Februari kemarin. Dengan kesiapsiagaan dan adanya alat pemadam api ringan (APAR) di pura, risiko besar dapat diminimalisir,” ujarnya.

Baca juga:  Hakim dan Panitera Tersangka Suap Kasus CPO Diberhentikan Sementara

​Melihat tingginya antusiasme dan kebutuhan di lapangan, pihaknya kini memulai tahap 2. Pada fase ini, tim narasumber akan berkeliling secara spesifik ke desa-desa adat yang ingin memperdalam teknik pemadaman dan penyelamatan.

​Beberapa desa adat yang saat ini sudah masuk dalam daftar tunggu untuk pelatihan lanjutan antara lain Desa Adat Padangtegal, Desa Adat Singakerta, Desa Adat Puhu, dan Desa Adat Tangkup. Yudanegara menegaskan bahwa pihaknya siap menerjunkan narasumber ahli ke seluruh desa adat di Gianyar. Fokus utama bukan hanya cara memadamkan api, tetapi juga pemeliharaan APAR yang sudah tersedia di area pura agar selalu dalam kondisi siap pakai.

Baca juga:  RDTR Bandara di Buleleng Diminta Jaga Kawasan Suci

​”Perintah Sekda jelas, siapkan narasumber untuk seluruh desa adat. Kami ingin pacalang menjadi garda terdepan yang tenang dan tangkas saat menghadapi situasi darurat sebelum armada pemadam tiba di lokasi,” pungkasnya. (Wirnaya/balipost)

 

BAGIKAN