
SINGARAJA, BALIPOST.com – Sebanyak 1.930 warga di Desa Tirtasari, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, mengalami keterbatasan air bersih pascabencana alam yang terjadi pada Jumat (6/3) lalu. Kondisi tersebut membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng menyalurkan bantuan air bersih guna memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Gede Suyasa, Senin (9/3) mengatakan bantuan air bersih disalurkan setelah pihaknya menerima permintaan tambahan dari pemerintah desa setempat. Ia menjelaskan, kekurangan air bersih terjadi di dua dusun di wilayah Desa Tirtasari. Di Dusun Dangin Margi tercatat sebanyak 857 jiwa mengalami keterbatasan air bersih. Sementara di Dusun Dauh Margi terdapat 359 kepala keluarga dengan jumlah 1.073 jiwa yang juga mengalami kondisi serupa.
“Sehubungan dengan adanya permintaan tambahan air bersih dari Perbekel Desa Tirtasari, kami telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Secara keseluruhan, jumlah warga yang terdampak mencapai 1.930 jiwa. Mereka kesulitan memperoleh air bersih akibat dampak bencana yang melanda wilayah Kecamatan Banjar beberapa hari lalu.
Menurut Suyasa, distribusi air bersih tersebut merupakan langkah penanganan darurat untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa pemulihan pasca bencana.
BPBD Buleleng juga akan terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan. Jika masih terdapat warga yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, khususnya air bersih, pihaknya siap menyalurkan bantuan tambahan. (Nyoman Yudha/balipost)










