BPBD Buleleng menyalurkan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan. (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Ribuan warga di Kabupaten Buleleng mengalami kekurangan air bersih akibat dampak bencana yang terjadi beberapa pekan lalu. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng terus menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak.

Distribusi air bersih telah dilakukan sejak Jumat (19/3) hingga Minggu (22/3), dengan menyasar dua desa yakni Desa Mayong dan Desa Tirtasari. Penyaluran bantuan ini masih terus berlangsung hingga saat ini.

Baca juga:  Hadapi Puncak Musim Hujan, BPBD Buleleng Siapkan Tim Kecamatan Tangguh Bencana

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, saat dikonfirmasi Senin (22/3), menjelaskan bahwa pendistribusian air bersih difokuskan di beberapa titik yang mengalami krisis air cukup parah. “Sampai saat ini pendistribusian air bersih masih kami laksanakan di Desa Mayong dan Desa Tirtasari,” jelas Suyasa.

Untuk di Desa Tirtasari, tepatnya di Banjar Dinas Dauh Margi dan Banjar Dinas Dangin Margi, volume pendistribusian berkisar antara 5.000 hingga 10.000 liter. Sementara, di Desa Mayong, khususnya di Banjar Dinas Siwa, BPBD menyalurkan sekitar 5.000 liter air bersih. “Distribusi ini kami lakukan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan,” jelasnya.

Baca juga:  Diterjang Angin Puting Beliung, Belasan Atap Rumah Rusak di Gilimanuk

Ia menambahkan, kondisi paling terdampak terjadi di Desa Mayong akibat bencana banjir yang menyebabkan kerusakan pada infrastruktur air bersih. “Untuk di Desa Mayong, dampak banjir menyebabkan pipa saluran air bersih hanyut. Hal ini berdampak pada 1.556 kepala keluarga yang saat ini mengalami kekurangan air bersih. Oleh karena itu, kami terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih warga melalui pendistribusian secara rutin,” tambahnya.

Baca juga:  Kemarau Panjang, Belasan Desa di Buleleng Rawan Krisis Air Bersih

BPBD Buleleng memperkirakan proses distribusi air bersih masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Hal ini mengingat pihak desa masih melakukan perbaikan terhadap jaringan pipa yang rusak akibat bencana. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN