Memasuki musim kemarau warga diimbau untuk menjaga ketersediaan air bersih. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Memasuki musim kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung sejak April hingga Desember mendatang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan bergerak cepat melakukan berbagai langkah antisipasi. Selain menyiagakan pasokan air bersih, BPBD juga memperkuat mitigasi terhadap potensi bencana longsor yang kerap mengintai saat memasuki musim hujan setelah periode kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinada Giri, mengatakan, pihaknya telah mengimbau masyarakat agar membatasi pemanfaatan air secara bijak dan tidak berlebihan selama musim kemarau. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga ketersediaan air bersih di tengah potensi berkurangnya debit sumber air.

Baca juga:  Bencana Longsor, Banjir Bandang, hingga Jalan Tergerus Landa Buleleng

“Pemanfaatan air kami harapkan bisa lebih hemat, sehingga kebutuhan masyarakat tetap tercukupi hingga musim kemarau berakhir,” ujarnya, Senin (20/4).

Selain penghematan air, BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan penebangan pohon, khususnya di kawasan lereng dan hutan. Pasalnya di wilayah tersebut memiliki fungsi vital sebagai penyimpan cadangan air sekaligus pengikat tanah.

Menurutnya, kondisi tanah yang mengalami retak-retak saat kemarau berpotensi memicu longsor ketika hujan mulai turun. Air hujan yang masuk melalui celah tanah dapat mempercepat pergeseran lapisan tanah, terutama di kawasan perbukitan.

Baca juga:  Dari Kasus COVID-19 Baru di Bali Lampaui 165 Orang hingga Krematorium Bebalang Kremasi Ratusan Jenazah Pasien COVID-19

Dari hasil pemetaan BPBD, sejumlah wilayah di Kabupaten Tabanan masuk kategori rawan longsor, di antaranya Kecamatan Pupuan, Marga, Penebel, dan Baturiti. Wilayah-wilayah ini menjadi fokus pengawasan selama transisi musim.

Untuk mengantisipasi kekurangan air bersih, BPBD Tabanan juga telah menyiagakan satu unit tandon air berkapasitas 5.300 liter. Jika kondisi darurat terjadi, bantuan tambahan berupa satu unit truk tangki dari BPBD Provinsi Bali juga siap dikerahkan berdasarkan laporan dari masyarakat.

Baca juga:  Bekal Habis, Warga Rusia dan Anaknya Dideportasi

Pasokan air bersih tersebut bersumber dari PDAM, sehingga distribusi dapat segera dilakukan ke wilayah yang mengalami krisis air.

Tak hanya itu, BPBD juga memiliki empat unit mesin penyedot air yang disiapkan untuk membantu sektor pertanian. Mesin ini difungsikan untuk menyedot air dari saluran irigasi menuju lahan pertanian yang membutuhkan pasokan air saat musim kemarau.(Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN